Tipis, Harapan Hidup 140 Pekerja Tambang Cina

Peluang menemukan 140 pekerja tambang dalam keadaan hidup sangat tipis. Petugas penyelamat tak bisa bekerja karena terhalang gas beracun. Selain menewaskan 25 pekerja, musibah ini melukai 45 lainnya.

Diterbitkan 30 November 2004, 01:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tongchuan: Harapan hidup sekitar 140 pekerja yang terkurung di dalam tambang batu bara di Chenjiashan, Kota Tongchuan, Provinsi Shaanxi, Utara Cina, sangat tipis. Petugas penyelamat tak bisa melanjutkan pencarian karena terhalang gas karbon monoksida. Padahal, ratusan pekerja itu telah terkurung sejak Ahad silam [baca: Kecelakaan Tambang Batu Bara Menewaskan 25 Orang].

Hingga Senin (29/11) ini, ke-140 pekerja masih terkurung. Saat tambang meledak, 293 pekerja sedang berada di dalam tambang. Akibatnya, 25 orang tewas. Sebanyak 127 pekerja berhasil menyelamatkan diri. Sementara 11 dari 45 pekerja terluka parah.

Presiden Cina Hu Jintao di sela-sela pertemuan para pemimpin Negara-Negara ASEAN menyatakan rasa dukanya yang mendalam. Dia juga mendesak regu penyelamat untuk terus berjuang menemukan para korban. Diperkirakan jumlah korban akan bertambah. Karena itu, meski tambang dipenuhi gas beracun, regu penyelamat mengatakan akan tetap menunggu hingga keadaan memungkinkan untuk mencari 141 pekerja yang terperangkap.

Pertambangan batu bara di Cina memang dikenal paling berbahaya di dunia. Dalam sembilan bulan terakhir ini, 4.153 orang dilaporkan tewas dalam sejumlah musibah di pertambangan batu bara di Cina. Kecelakaan biasanya diakibatkan kebakaran, banjir, dan bencana lain. Sementara ledakan yang timbul, umumnya disebabkan ventilasi yang kurang. Padahal, sirkulasi udara sangat penting untuk mengeluarkan gas beracun yang muncul dari tempat penggalian. Beberapa waktu silam, musibah serupa terjadi di pertambangan batu bara di Cina bagian tengah yang menewaskan 148 orang [baca: Korban Ledakan Tambang di Cina Terus Dicari].(YAN/Rcm)