Liputan6.com, Islamabad - Keluarga mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menghadapi penahanan menjelang aksi protes besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (27/9/2026). Tiga saudara perempuan Khan termasuk di antara anggota keluarganya yang ditahan aparat dalam beberapa hari terakhir.
Dikutip dari The Independent, putra sulung Imran Khan, Suleiman Khan, menilai penahanan tersebut merupakan upaya untuk mengintimidasi keluarga sebelum aksi yang digelar Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), partai yang dipimpin ayahnya.
"Penahanan anggota keluarga kami, termasuk perempuan dan anak-anak, di tengah malam tanpa alasan yang diberikan benar-benar memalukan," kata Suleiman, dikutip dari The Independent, Rabu (23/9).
Advertisement
Polisi pada Minggu menahan saudara perempuan Imran, Aleema Khan, di rumahnya di Lahore berdasarkan undang-undang Punjab Maintenance of Public Order (MPO), menurut Amnesty International. Beberapa jam kemudian, Uzma Khan dan Noreen Niazi, yang juga merupakan saudara perempuan Imran, turut ditahan bersama sejumlah kerabat lainnya.
Selain anggota keluarga, ratusan aktivis dan pendukung PTI juga dilaporkan telah ditahan menjelang aksi.
PTI menyatakan aksi long march menuju Islamabad akan tetap berlangsung. Zulfiqar Ali Bukhari, salah satu pimpinan senior PTI sekaligus sekutu dekat Imran Khan, mengatakan partai tersebut "100 persen" akan melanjutkan aksi.
"Kami melihat berbagai kemungkinan untuk mengatur jalannya aksi. Tidak harus berlangsung satu hari. Bisa diperpanjang selama beberapa hari," ujar Bukhari.
Islamabad Diperketat
Pemerintah Pakistan telah menyatakan tidak akan membiarkan massa mencapai Islamabad. Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi memperingatkan pimpinan PTI agar membatalkan rencana demonstrasi.
"Kami akan menutup kota selama beberapa hari," kata Naqvi. Ia juga meminta pimpinan PTI mengambil pendekatan berbeda dan tidak membahayakan para pendukungnya.
Pemerintah mengatakan langkah pengamanan tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban umum. Namun, Amnesty International mengkritik penahanan anggota PTI menjelang aksi dan menyebut pemerintah telah melakukan langkah pencegahan sebelum demonstrasi dimulai.
Pemerintah dilaporkan menempatkan lebih dari 2.000 kontainer di berbagai ruas jalan dan mengerahkan personel kepolisian dari sejumlah provinsi. Sejumlah jalan utama dan jalur menuju ibu kota juga ditutup tanpa batas waktu.
Lebih dari 22.000 personel keamanan diperkirakan akan dikerahkan di Islamabad, sementara sekitar 30.000 lainnya disiapkan di Distrik Attock, yang menjadi jalur penting antara Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab.
Aksi dijadwalkan bergerak menuju Islamabad dari sejumlah kota, termasuk Karachi yang berjarak sekitar 1.150 kilometer di barat daya ibu kota dan Lahore sekitar 270 kilometer di tenggara.
Â
Protes Tuntut Pembebasan Imran Khan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4526989/original/026028400_1691225861-imran_khan_3.jpg)
PTI menyatakan aksi tersebut bertujuan menuntut pembebasan Imran Khan sekaligus memprotes kondisi demokrasi di Pakistan.
Imran Khan, 73 tahun, telah mendekam di penjara sejak Agustus 2023. Ia saat ini menjalani hukuman 14 tahun dalam kasus korupsi, selain hukuman 17 tahun dalam kasus terkait hadiah negara.
Kondisi kesehatan Khan juga menjadi salah satu alasan PTI menggelar aksi. Partainya menyatakan kondisi Khan memburuk selama berada di penjara, terutama setelah mengalami masalah serius pada mata kanannya.
Mahkamah Agung Pakistan pada Agustus memerintahkan agar Khan dipindahkan dari penjara ke rumah sakit swasta untuk mendapatkan perawatan. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan layak secara medis dan dikembalikan ke penjara beberapa jam kemudian.
PTI menilai keputusan tersebut bertentangan dengan arahan pengadilan. Sementara itu, pemerintah Pakistan membantah tuduhan bahwa Khan mendapatkan perlakuan buruk selama menjalani hukuman.
Di tengah persiapan demonstrasi, sejumlah rumah sakit di Islamabad juga dilaporkan diminta bersiap menghadapi kemungkinan insiden korban massal. Laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156697/original/019662200_1741511181-download__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262534/original/058192400_1781834566-091123000_1781254919-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_15.37.48__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357008/original/049852600_1790229583-IMG_3262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356782/original/002675800_1790220943-109927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357008/original/049852600_1790229583-IMG_3262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356782/original/002675800_1790220943-109927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330926/original/076261400_1756371149-WhatsApp_Image_2025-08-28_at_09.26.55_a1262786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356503/original/099546100_1790177347-109436.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3095828/original/044359100_1586240104-20200407-Demo-APD_-Dokter-di-Pakistan-Malah-Ditangkap-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349262/original/013030200_1789493680-IMG-20260916-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348208/original/051150300_1789390504-1141724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345828/original/001965000_1789095393-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343662/original/043518700_1788867741-IMG_4356.jpg)