Liputan6.com, Vienna - Pemerintah Austria meresmikan kantor polisi baru bekas rumah kediaman Hitler pada Rabu (22/7/2026). Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mencegah para ekstremis sayap kanan yang semakin berani untuk melakukan napak tilas ke tempat kelahiran diktator Nazi tersebut.
Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (23/7), walikota Braunau-am-Inn, Johannes Waidbacher, berkata dalam upacara peresmiannya bahwa ia berharap transformasi ini akan menunjukan kalau warga setempat “menghadapi sejarahnya, dan mereka memikul tanggung jawab.”
Keputusan untuk menyulap rumah tersebut menjadi kantor polisi sudah melewati perdebatan yang panjang dan rumit tentang apa yang harus dilakukan pada lokasi tersebut. Ditambah lagi lokasinya berada di negara yang sering dikritik karena tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas perannya dalam peristiwa Holocaust.
Advertisement
“Saya percaya bahwa pembukaan kantor polisi baru pada hari ini akan memberikan kejelasan dalam pembahasan ini, juga mungkin memberikan sedikit ketenangan bagi warga Braunau,” tutur sang walikota dalam upacara yang juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Gerhard Karner.
Hanya sedikit warga sekitar yang ikut menghadiri acara tersebut. Seorang warga bernama Erna Seidl yang berusia 90 tahun berkata bahwa ia telah merasa “lega” karena akhirnya “sesuatu” dilakukan kepada tempat itu dan ia “sangat senang dengan hasilnya.”
Setelah melalui renovasi senilai 20 juta Euro atau sekitar Rp 209,2 miliar yang selesai tiga tahun lebih lambat dari jadwal, bangunan sederhana tempat salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah dunia dilahirkan kini tidak bisa dikenali lagi.
Tempat Demokrasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305785/original/005235900_1784802438-000_c2mf9le.jpg.jpg)
Warna tembok rumah abad ke-17 yang terletak di dekat perbatasan Jerman tersebut mulanya berwarna kuning dan bertekstur kasar. Kemudian, dilakukan pengecatan ulang menjadi warna putih oleh firma arsitektur Austria, Marte.
Lalu, dipasang papan tanda kepolisian yang tergantung di pintu masuk. Namun, di trotoarnya masih terdapat sebuah batu peringatan yang bertuliskan “Demi Perdamaian, Kebebasan, dan Demokrasi. Fasisme Tak Boleh Terulang Lagi. Jutaan Korban Meninggal Menjadi Peringatan.”
Menteri Dalam Negeri Karner berkata bahwa mulai saat ini rumah tersebut menjadi “tempat untuk demokrasi, supremasi hukum, keamanan, kebebasan, dan martabat manusia”.
“Tapi, di waktu yang sama, kenangan tersebut tidak akan menghilang, tidak ada yang ditutupi. Batu peringatan di depan rumah ini, yang dipahat dari granit bekas kamp konsentrasi Mauthausen, tetap ada di tempatnya,” tutur Karner.
Setelah Jerman yang dipimpin oleh Hitler berhasil menduduki negara tetangganya di Pegunungan Alpen pada tahun 1938, 65,000 orang Yahudi Austria dibunuh dan 130,000 lainnya dipaksa mengungsi.
Namun, partai politik paling populer di Austria sekarang adalah FPOe sayap kanan ekstrem yang didirikan oleh mantan anggota Nazi. Sekitar 37 persen warga Austria mendukung partai tersebut, menurut agregator jajak pendapat Europe Elects.
Rumah tersebut yang telah dimiliki oleh keluarga yang sama sejak tahun 1912, menyewakannya kepada pemerintah Austria pada 1972. Tempat itu pun digunakan sebagai pusat untuk penyandang disabilitas, yang juga termasuk di antaranya para korban dari Reich Ketiga.
Walaupun neo-Nazi sering datang ke alamat tersebut, pemilik pribadi terakhirnya, Gerlinde Pommer, menolak segala bentuk perubahan pada rumah itu dan terus menentang pengambilalihan paksa oleh negara hingga akhir hayatnya.
Kemudian, tiga tahun setelah Austria mengesahkan undang-undang pada tahun 2016 untuk mengambil alih bangunan yang sudah rusak tersebut, Mahkamah Agung akhirnya menyetujui pembelian properti seluas 800 meter persegi seharga 810,000 Euro atau Rp 16,5 miliar.
Advertisement
Umat Manusia Tak Akan Lupa
Bagi para sejarawan, menghancurkan situs tersebut sangat tidak mungkin. Mereka mendesak Austria untuk mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan lebih dari enam juta orang Yahudi oleh Nazi serta orang-orang Roma, komunitas LGBTQ dan komunis.
Akhirnya, sebuah komisi ahli memutuskan untuk mengubahnya menjadi kantor polisi. Pemerintah Austria juga harus menegaskan bahwa hal itu akan secara jelas menunjukkan bahwa tidak ada bentuk peringatan untuk Nazisme yang dapat diterima dan akan “menetralkan” lokasi tersebut.
“Tapi hal itu tak masuk akal. Umat manusia tidak akan melupakan tempat kelahiran pembunuh massal terburuk di dunia,” kata juru bicara Komite Mauthausen Austria–perkumpulan para mantan tahanan kamp konsentrasi, Robert Eiter, kepada AFP.
“Dan renovasi ini tidak akan menghalangi satupun neo-Nazi untuk napak tilas ke Braunau.”
Mantan Menteri Luar Negeri Wolfgang Peschorn yang menjabat saat keputusan itu diambil, berkata di hari Rabu bahwa menempatkan kantor polisi yang “bertugas menjaga supremasi hukum” di rumah tersebut menjadi “tanda paling jelas dari sebuah demokrasi.”
Lalu, kepala kepolisian regional di Upper Austria, Andreas Pilsl berkata bahwa ia yakin “para petugas di sini sangat sadar akan lokasi mereka bertugas dan konteksnya.”
Tetapi, seseorang dari Asosiasi Sejarah Kontemporer Braunau, Florian Kotanko, menyebutkan bahwa ia ragu akan apakah transformasi tersebut akan mengakhiri kontroversi.
"Braunau akan selalu dikaitkan dengan kota tempat Adolf Hitler dilahirkan… ini bukanlah akhir dari kisahnya,” tuturnya kepada AFP.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302572/original/053634200_1784596820-Ruang_Kreatif_Liburan_Anak_-_Kelas_Kesenian_Pengenalan_dan_Pembuatan_Wayang_Suket_oleh_Wayang_Suket_Indonesia_Foto_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551152/original/058707800_1775719613-Gubernur_DIY_-_Sri_Sultan_Hamengkubuwono_X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305780/original/068429800_1784802290-ap26203291801537.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555412/original/039074800_1630313112-AP21237036302739.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306116/original/012614700_1754375826-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304279/original/020059800_1784711508-17846876306a602c0ebb990_WhatsApp_Image_2026_07_22_at_09_16_58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782471/original/014509800_1782888266-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_13.43.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546390/original/066861500_1775294100-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305717/original/097219800_1784800559-1000037255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302625/original/009417100_1784599664-894528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265567/original/088123200_1671429129-000_32L877L.jpg)