Menlu Sugiono Ajak ASEAN-Jepang Percepat Pemulihan Palestina

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menggarisbawahi pentingnya kontribusi ASEAN dan Jepang bagi pemulihan dan pembangunan Palestina

Diterbitkan 23 Juli 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendorong ASEAN dan Jepang memperkuat kemitraan yang semakin tangguh dan mampu menjawab kebutuhan strategis kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pada Pertemuan ASEAN-Japan Post-Ministerial Conference, di Manila, Filipina, Menlu Sugiono menekankan bahwa kerja sama kedua pihak perlu semakin difokuskan pada investasi berkualitas, infrastruktur tangguh, energi bersih, pengembangan sumber daya manusia, dan keamanan maritim.

“Kemitraan ASEAN-Jepang harus memiliki arah yang jelas dan menghasilkan kerja sama konkret bagi perdamaian, ketahanan, dan kemakmuran kawasan,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Indonesia menyambut penguatan komplementaritas antara ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP) Jepang agar dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret, dengan Sentralitas ASEAN tetap sebagai landasan. Dukungan Jepang terhadap AOIP tercermin dalam Pernyataan Bersama yang diadopsi pada Oktober tahun lalu serta tambahan kontribusi bagi pelaksanaan berbagai kegiatan bertema AOIP.

Menlu Sugiono secara khusus menyoroti pentingnya jalur laut yang aman dan terbuka bagi kelancaran pasokan energi, pangan, perdagangan, dan rantai pasok kawasan. “Kerja sama maritim harus tetap menjadi pilar utama kemitraan ASEAN-Jepang, melalui penguatan kapasitas, konektivitas, dan maritime domain awareness,” tegas Menlu Sugiono.

Di bidang ekonomi dan energi, Indonesia mendorong optimalisasi Asia Zero Emission Community (AZEC) dan Partnership on Wide Energy and Resources Resilience Asia untuk mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan. Kerangka AJCEP, RCEP, dan ASEAN Plus Three juga perlu terus dimanfaatkan untuk menjaga arus perdagangan dan investasi serta membuka peluang baru bagi industri.

Menlu Sugiono turut menggarisbawahi pentingnya kontribusi ASEAN dan Jepang bagi pemulihan dan pembangunan Palestina melalui Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

“Bagi Indonesia, Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan. Ini adalah persoalan keadilan, martabat, dan hak rakyat Palestina untuk membangun kembali masa depannya,” ujar Menlu Sugiono. CEAPAD, lanjutnya, harus mampu menerjemahkan solidaritas menjadi pemulihan dan pembangunan jangka panjang bagi rakyat Palestina.

“ASEAN dan Jepang memiliki kekuatan masing-masing. Ketika diikat oleh tujuan yang sama, kemitraan ini akan semakin tangguh dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan,” pungkas Menlu Sugiono.

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Jepang merupakan bagian dari rangkaian AMM/PMC ke-59 di Manila. Jepang telah menjadi Mitra Wicara ASEAN sejak 1973. Kemitraan ASEAN-Jepang mencakup kerja sama politik-keamanan, perdagangan dan investasi, konektivitas, energi, maritim, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan berkelanjutan.