Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump mengatakan pada Senin (18/5/2026) bahwa ia menunda serangan besar yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran untuk memberi kesempatan bagi berlangsungnya negosiasi guna mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Penundaan itu diumumkan setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian baru kepada Washington.
"Kami TIDAK akan melaksanakan serangan terhadap Iran yang dijadwalkan besok, tetapi saya juga telah menginstruksikan mereka untuk tetap siap melancarkan serangan penuh berskala besar terhadap Iran kapan saja, dalam waktu singkat, apabila kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai," tulis Trump di Truth Social seperti dikutip dari CNA.
Advertisement
Trump saat ini berada di bawah tekanan untuk segera mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan membatasi dampak ekonomi akibat perang yang dimulai pada 28 Februari. Sebelumnya, ia beberapa kali menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai sudah dekat, namun hingga kini belum ada perjanjian yang berhasil dicapai.
Dalam unggahannya, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memintanya menunda serangan yang sebelumnya tidak pernah diumumkan ke publik tersebut karena akan ada kesepakatan yang akan sangat dapat diterima oleh AS, serta seluruh negara di Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
"Ada kemungkinan yang sangat besar bahwa mereka bisa mencapai kesepakatan. Jika itu bisa dilakukan tanpa harus membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," kata Trump di Gedung Putih pada Senin malam, setelah unggahannya di media sosial.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa sikap Iran telah disampaikan kepada pihak AS melalui Pakistan, meski ia tidak menjelaskan rinciannya.
Seorang sumber dari Pakistan mengonfirmasi bahwa Islamabad telah menyampaikan proposal terbaru Iran kepada Washington. Pakistan telah menjadi perantara komunikasi antara kedua pihak sejak menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai terkait perang di Timur Tengah tersebut. Namun, sumber itu mengatakan proses negosiasi berjalan sulit.
"Kedua pihak terus mengubah target mereka," kata sumber Pakistan tersebut. "Kami tidak punya banyak waktu."
Proposal Iran Mirip dengan Sebelumnya?
Seorang pejabat senior Iran mengatakan proposal terbaru yang diajukan Teheran pada dasarnya mirip dengan tawaran sebelumnya yang ditolak Trump pekan lalu dan disebutnya sebagai "sampah".
Menurut sumber tersebut, proposal itu pada tahap awal akan berfokus pada penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz — jalur utama pengiriman minyak dunia yang diblokade Iran — serta pencabutan sanksi maritim. Sementara itu, isu yang lebih sensitif seperti program nuklir Iran dan pengayaan uranium akan dibahas pada putaran negosiasi berikutnya.
Sumber yang sama mengklaim AS kini mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak dengan setuju untuk mencairkan seperempat dana Iran yang dibekukan di bank-bank asing, dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS. Meski demikian, Iran masih menuntut agar seluruh asetnya dibebaskan.
Sumber tersebut juga mengatakan AS mulai lebih fleksibel dengan mengizinkan Iran tetap menjalankan sebagian aktivitas nuklir untuk tujuan damai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Kantor berita Iran, Tasnim, secara terpisah mengutip sumber anonim yang menyebut AS telah setuju untuk mencabut sanksi minyak terhadap Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Namun, pejabat Iran belum memberikan komentar resmi mengenai laporan Tasnim tersebut. Sementara itu, seorang pejabat ASÂ yang enggan disebutkan namanya mengatakan laporan itu tidak benar.
Saat ini gencatan senjata yang rapuh masih berlangsung setelah enam minggu perang menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran. Meski demikian, sejumlah drone masih diluncurkan dari Irak menuju negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait, yang diduga dilakukan oleh Iran dan sekutunya.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2292498/original/072108900_1532605069-20180726-Cuaca-Panas-Amerika-Serikat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563532/original/083842700_1776904085-AP26108447222186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1858099/original/047551300_1517555193-Aksi-Pesawat-Singapura-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)