19 Mei 1920: Baku Tembak di Kota Tambang Amerika Serikat Memicu Kerusuhan Buruh

Peristiwa berdarah di kota tambang Matewan yang memicu perang buruh terbesar di Amerika Serikat pada 19 Mei 1920.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C. - Ketegangan antara penambang batu bara dan perusahaan tambang di Amerika Serikat memuncak menjadi baku tembak mematikan pada 19 Mei 1920 di Matewan, West Virginia. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Matewan Massacre itu menewaskan 10 orang, termasuk tujuh detektif swasta, dua penambang, dan seorang wali kota.

Bentrok bersenjata yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut terjadi di tengah konflik panjang antara pekerja tambang yang mendukung serikat buruh dan pihak perusahaan batu bara yang menolak gerakan organisasi pekerja.

Menurut laporan Smithsonian Magazine, insiden dipicu oleh upaya penggusuran paksa terhadap para penambang dan keluarga mereka setelah bergabung dengan United Mine Workers of America (UMWA), serikat pekerja tambang terbesar di AS saat itu.

Perusahaan tambang menggunakan jasa agen detektif Baldwin-Felts untuk menekan gerakan buruh. Kelompok detektif swasta itu dikenal kerap melakukan intimidasi dan pengusiran terhadap pekerja yang mendukung serikat.

Namun tindakan tersebut mendapat perlawanan dari Kepala Polisi Matewan, Sid Hatfield, dan Wali Kota Cabell Testerman yang berpihak kepada para pekerja tambang.

Konfrontasi akhirnya pecah di pusat kota Matewan ketika agen Baldwin-Felts berhadapan dengan aparat lokal dan para penambang bersenjata. Baku tembak menyebabkan sejumlah korban jiwa di kedua pihak dan memperburuk konflik perburuhan di wilayah tambang West Virginia.

Bagi pemilik perusahaan tambang, gerakan serikat pekerja dianggap mengancam stabilitas industri serta dikhawatirkan membawa pengaruh ideologi komunisme yang saat itu mulai menjadi perhatian di Amerika Serikat.

Sementara bagi para penambang, perjuangan tersebut dipandang sebagai upaya mempertahankan hak hidup di tengah kondisi kerja yang buruk, upah rendah, dan praktik pemecatan sepihak yang marak terjadi di kawasan pertambangan.

Kerusuhan di Matewan menjadi salah satu simbol penting perjuangan buruh di Amerika Serikat dan memicu ketegangan berkepanjangan antara pekerja dan perusahaan tambang. Situasi baru mulai mereda setelah pemerintah federal mengesahkan Undang-Undang Pemulihan Industri Nasional pada 1933 yang memperkuat hak pekerja untuk berserikat.