Menhan Latvia Mundur Pasca Drone Ukraina Hantam Tangki Minyak

Desakan untuk mundur datang langsung dari PM Latvia.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 18:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Riga - Menteri Pertahanan (Menhan) Latvia Andris Spruds mengundurkan diri pada Minggu (10/5/2026) setelah dua drone milik Ukraina pada Kamis masuk ke wilayah Latvia usai melintasi perbatasan Rusia dan menghantam fasilitas penyimpanan minyak. 

Sebelumnya pada hari yang sama, Perdana Menteri (PM) Latvia Evika Silina seperti dikutip dari laporan CNA meminta Spruds mundur karena sistem anti-drone dinilai tidak dikerahkan cukup cepat. Silina kemudian menunjuk kolonel angkatan darat Latvia, Raivis Melnis, sebagai menteri pertahanan yang baru.

Latvia dan Lithuania pada Kamis (7/5) meminta NATO memperkuat pertahanan udara di kawasan mereka setelah dua drone melintasi perbatasan Rusia dan meledak di fasilitas penyimpanan minyak di Latvia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Minggu mengatakan melalui platform X bahwa drone tersebut adalah milik Ukraina dan masuk ke wilayah Latvia akibat perang elektronik Rusia yang sengaja mengalihkan drone Ukraina dari target mereka di Rusia.

Sebagai tanggapan atas insiden itu, kata Sybiha pada Jumat (8/5), Ukraina mempertimbangkan untuk mengirim para ahli guna membantu memperkuat keamanan udara di wilayah negara-negara Baltik.