Laporan Liputan6.com dari Turki: Israel Tahan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla, Puluhan Lainnya Terluka

Kondisi dua aktivis yang ditahan Israel hingga kini belum diketahui. Pemerintah Spanyol dan Brasil menuduh Israel menculik warganya.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 18:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ankara - Kondisi ratusan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang menjadi korban kekerasan Israel terus menjadi perhatian dunia. Anggota steering committee GSF asal Indonesia, Maimon Herawati, mengungkapkan bahwa pihaknya kini memprioritaskan penanganan medis terhadap para korban, sekaligus mendorong langkah diplomatik untuk membebaskan dua relawan yang masih ditahan Israel.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan 176 rekan-rekan kami itu baik kondisinya, bisa dirawat oleh dokter untuk yang memerlukan perawatan," ujar Maimon kepada para wartawan, salah satunya jurnalis Liputan6.com, di Marmaris, Turki, Jumat (1/5/2026).

Dari total tersebut, sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan lima di antaranya dalam kondisi serius. Mereka membutuhkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih besar.

"Ada yang patah hidungnya, ada yang matanya harus mendapatkan perawatan secara khusus, ada yang patah tulangnya. Lima di antaranya parah dan harus dibawa ke rumah sakit besar," jelasnya.

Di tengah upaya pemulihan korban, GSF juga menghadapi kendala dalam mengakses dua relawan, Saif Abukeshek dan Thiago Avila, yang hingga kini belum diketahui kondisi pastinya. Maimon menyebut, keduanya belum mendapatkan hak dasar untuk berkomunikasi dengan pihak luar maupun pengacara.

"Kami belum bisa memastikan kondisi mereka karena tidak ada akses kepada Saif dan Thiago sampai saat ini. Seharusnya mereka berdua mendapatkan akses telepon ataupun menghubungi pengacara, tapi itu tidak diberikan," katanya.

Tim hukum GSF kini tengah mengupayakan tekanan internasional agar kedua relawan tersebut segera mendapatkan akses bantuan hukum.

"Tim pengacara saat ini berusaha mencari jalan, meminta pemerintah di dunia untuk menekan Israel agar memberikan akses kepada pengacara," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Maimon menyoroti solidaritas lintas agama yang ditunjukkan para relawan, termasuk Tiago yang bukan seorang muslim.

"Tiago itu bukan muslim. Tapi kalau kita lihat pengorbanannya untuk menolong bangsa Palestina itu luar biasa, bahkan dengan risiko nyawa," ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim, untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Palestina.

"Saya mengajak teman-teman muslim dari Indonesia, kita ini bagian dari komunitas muslim terbesar di dunia. Semoga kita bisa bergerak lebih masif dan solid untuk mendukung gerakan yang mencoba mendobrak blokade ilegal atas Gaza," imbuhnya.

GSF merupakan inisiatif solidaritas global yang melibatkan lebih dari 80 kapal sipil dari berbagai negara, dengan tujuan utama menembus blokade Gaza dan membuka jalur kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Misi ini menjadi simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza, sekaligus seruan moral kepada dunia internasional untuk bertindak lebih tegas.

Â