Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade laut sebagai upaya menekan Teheran terkait program nuklirnya.
Laporan media Axios pada Rabu (29/4/2026) menyebutkan, Trump menilai langkah blokade lebih efektif dibandingkan opsi militer langsung. “Blokade ini sedikit lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa tekanan terhadap Iran akan semakin meningkat.
Menurut Trump, Iran saat ini tengah berupaya mencapai kesepakatan guna mengakhiri blokade di jalur perairan strategis tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya tetap mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Advertisement
Trump juga mengklaim bahwa pembatasan ekspor minyak akibat blokade telah memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur ekonomi Iran.
Meski demikian, laporan yang sama menyebutkan bahwa militer AS melalui United States Central Command (CENTCOM) telah menyiapkan rencana alternatif berupa serangan udara berskala terbatas namun intensif. Opsi tersebut disebut sebagai langkah untuk memecah kebuntuan diplomatik apabila Iran tidak menunjukkan kompromi.
Sumber-sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan bahwa hingga saat ini Trump belum memberikan persetujuan untuk pelaksanaan operasi militer tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5101914/original/040000200_1737420852-20250121-Trump_Temui_Pendukungnya-AFP_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299293/original/022291200_1784207987-Untitled.jpg)