2 Agen CIA Tewas Usai Operasi Penindakan Kartel Narkoba di Meksiko

Respon presiden Meksiko terhadap peristiwa kematian dua anggota CIA ini malah menuai sorotan.

Diterbitkan 22 April 2026, 11:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kota Meksiko - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memerintahkan penyelidikan menyusul tewasnya dua petugas intelijen Amerika Serikat (AS) dalam sebuah operasi kontra-narkotika yang terjadi di Negara Bagian Chihuahua, wilayah utara Meksiko.

Duta Besar AS untuk Meksiko Ronald Johnson mengumumkan kematian kedua pejabat tersebut sebagai "dua anggota staf dari Kedutaan Besar AS." Namun, pejabat AS kemudian mengonfirmasi kepada The New York Times dan The Washington Post bahwa keduanya anggota Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Kedua pejabat tersebut tewas bersama dua pejabat Meksiko dari Badan Investigasi Negara Bagian Chihuahua (AEI) dalam kecelakaan mobil saat kembali dari penggerebekan narkoba di wilayah Morelos pada hari Minggu (19/4/2026).

Sheinbaum pada hari Senin (20/4) mengatakan bahwa pemerintahannya tidak mengetahui adanya kerja sama langsung antara Negara Bagian Chihuahua dan personel dari Kedubes AS di Meksiko dan bahwa pihaknya sedang menyelidiki apa yang dilakukan orang-orang ini dan dari lembaga mana mereka berasal.

"Hubungan ini bersifat federal, bukan negara bagian," ujarnya seperti dikutip dari laporan Time. "Meskipun berlangsung di tingkat negara bagian, kerja sama ini tetap harus mendapat izin dari pemerintah federal, sebagaimana diatur dalam konstitusi."

Perintah Sheinbaum untuk melakukan penyelidikan kembali memicu perdebatan yang telah lama berlangsung mengenai sejauh mana keterlibatan AS di Meksiko. Meskipun tidak jarang pejabat AS terlibat dalam pelatihan pasukan keamanan Meksiko, kehadiran langsung AS di wilayah Meksiko telah menjadi isu sensitif sejak penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.

Seperti yang dilakukannya terhadap Maduro sebelumnya, Presiden Donald Trump telah menekan Sheinbaum dan pemerintahannya untuk menindak kartel narkoba guna menghentikan aliran obat terlarang ke AS. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer jika upaya tersebut tidak memenuhi harapannya.

CIA diketahui telah meningkatkan kerja sama dengan Meksiko sebagai bagian dari upaya tersebut. Tahun lalu, Sheinbaum mengatakan bahwa AS melakukan penerbangan pengawasan drone di wilayah Meksiko atas permintaannya. Sementara itu, Direktur CIA John Ratcliffe mengalokasikan sumber daya baru untuk operasi kontra-kartel di wilayah perbatasan AS–Meksiko pada awal 2025.

Jaksa Agung Chihuahua Cesar Jauregui mengatakan pada hari Minggu bahwa para pejabat tersebut tengah berkendara pada malam hari ketika kendaraan mereka diduga tergelincir, jatuh ke jurang, lalu meledak. Ia menambahkan jaksa negara bagian telah bekerja sama dengan militer federal Meksiko selama berbulan-bulan dalam penyelidikan bersama terkait laboratorium narkoba di wilayah Morelos.

Sikap Presiden Meksiko Jadi Sorotan

Kehadiran petugas CIA di Meksiko mencerminkan sejarah panjang kerja sama keamanan antara kedua negara, termasuk operasi gabungan di sepanjang perbatasan, kata Renato Sales Heredia, yang menjabat sebagai Komisaris Keamanan Nasional Meksiko di bawah Presiden Enrique Pena Nieto dari 2015 hingga 2018.

"Pertanyaannya bukan apakah mereka berada di sini atau tidak," kata Sales seperti dikutip dari NY Times. "Melainkan apa sebenarnya yang mereka lakukan dan apa yang terjadi pada mereka."

Ia menggambarkan adanya koordinasi erat selama bertahun-tahun, termasuk operasi darat di Meksiko yang melibatkan polisi federal dan agen dari Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) yang menargetkan tokoh-tokoh kriminal tingkat tinggi. Selama masa jabatannya, otoritas Meksiko juga bekerja sama erat dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dan badan intelijen AS lainnya, yang memberikan pelatihan kepada pasukan polisi negara bagian, sering kali dengan membawa para petugas ke Quantico.

"Sudah ketinggalan zaman untuk mengklaim bahwa hal ini melanggar kedaulatan atau mempertanyakan apakah ada izin," ujar Sales. "Khususnya di negara bagian perbatasan, wilayah-wilayah ini dikelola secara bersama dengan lembaga federal dan diawasi oleh jaksa negara bagian."

Menurut Duncan Wood, peneliti di Wilson Center, respons Sheinbaum lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik dalam negeri dan partai sayap kiri Morena yang dipimpinnya, ketimbang tekanan dari Trump.

Ia menambahkan bahwa kemungkinan tindakan militer langsung oleh AS terhadap kartel Meksiko—yang pernah diancamkan Trump—akan menjadi momen yang sangat penting. Dalam situasi ini, Sheinbaum harus menyeimbangkan tekanan dari Trump dengan kondisi politik di dalam negeri.

"Setiap pemimpin Meksiko biasanya akan menunjukkan kekhawatiran dan keterkejutan ketika mengetahui ada operasi agen AS di wilayah mereka, meskipun sebenarnya hal seperti ini sering terjadi," tutur Wood. "Hal itu disebabkan oleh kuatnya rasa nasionalisme di Meksiko—seperti di banyak negara lain—terkait keberadaan agen asing."

Ia mengatakan, situasi ini semakin rumit karena ketegangan antara AS dan Meksiko, yang telah menimbulkan banyak tekanan bagi Sheinbaum di dalam partainya.

"Saya pikir ketika Sheinbaum menyampaikan pernyataan seperti itu, ia juga ingin menunjukkan bahwa dialah yang memegang kendali—bukan pihak lain, dan bahwa AS tidak mengatur dirinya," ujarnya. "Ia perlu menunjukkan sikap tegas demi kepentingan politik dalam negeri."

Â