Liputan6.com, Washington, DC - Seorang ayah di Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), menembak mati delapan anak — tujuh di antaranya adalah anak kandungnya sendiri — pada Minggu (19/4/2026) pagi. Insiden ini terjadi di dua rumah di Shreveport.
Juru bicara Departemen Kepolisian Shreveport Chris Bordelon menyebutkan bahwa dua perempuan, termasuk istri pelaku yang merupakan ibu dari anak-anak tersebut, juga ditembak dan mengalami luka kritis.
Polisi menyebutkan bahwa serangan dimulai sebelum Matahari terbit di sebuah lingkungan di selatan pusat kota Shreveport.
Advertisement
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Shamar Elkins (31), pertama-tama menembak seorang perempuan di satu rumah. Setelah itu, ia mengemudi ke lokasi lain di mana tindakan keji berlanjut.
Di rumah kedua inilah seluruh anak-anak menjadi korban.
"Tujuh anak tewas di dalam rumah, sementara satu anak ditemukan meninggal di atap setelah diduga mencoba melarikan diri," terang Bordelon.
Seorang anak lainnya melompat dari atap dan diperkirakan selamat setelah dibawa ke rumah sakit.
Perwakilan negara bagian, Tammy Phelps, mengatakan beberapa anak mencoba melarikan diri melalui pintu belakang.
"Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang dihadapi polisi dan petugas pertama yang tiba di lokasi hari ini," ujarnya dalam konferensi pers.
Para pejabat menyatakan bahwa anak-anak yang tewas — semuanya ditemukan di rumah yang sama — berusia antara 3 hingga 11 tahun.
Menurut kantor koroner Paroki Caddo, para korban terdiri dari tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan.
Latar Belakang Kejadian
Â
Elkins dan istrinya sedang dalam proses perpisahan dan dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan pada Senin, kata Crystal Brown, sepupu dari salah satu perempuan yang terluka. Brown mengatakan pasangan tersebut sempat bertengkar terkait perpisahan sebelum penembakan terjadi.
"Elkins memiliki empat anak dengan istrinya dan tiga anak dengan perempuan lain yang tinggal di dekatnya, yang juga menjadi korban penembakan," tutur Brown, seraya mengungkap bahwa semua anak berada bersama di satu rumah saat kejadian.
Brown menggambarkan anak-anak tersebut sebagai anak-anak yang bahagia, sangat ramah, dan sangat baik.
"Pelaku tewas setelah pengejaran oleh polisi yang berakhir dengan petugas melepaskan tembakan ke arahnya," kata Bordelon.
Pihak berwenang belum mengungkap apa yang memicu aksi kekerasan tersebut, namun penyidik yakin penembakan ini sepenuhnya merupakan insiden domestik.
Bordelon mengatakan polisi sudah mengenal Elkins, yang sebelumnya pernah ditangkap dalam kasus senjata api pada 2019, namun ia menegaskan bahwa pihak berwenang tidak mengetahui adanya riwayat kekerasan dalam rumah tangga lainnya.
Kesaksian Warga dan Pihak Terkait
Liza Demming, yang tinggal dua rumah dari lokasi utama kejadian, mengatakan kamera keamanannya merekam pelaku berlari menjauh disertai suara dua tembakan.
"Itu saja yang saya lihat, dia berlari keluar dari rumah dan beberapa mobil melaju pergi," kisahnya.
Demming kemudian keluar rumah dan melihat tubuh seorang anak yang telah ditutupi di atap rumah.
Pendeta Marty T. Johnson Sr. dari Gereja Baptis Komunitas St. Gabriel yang berada di dekat lokasi, yang juga pemilik salah satu rumah tempat kejadian, mengatakan rumah tersebut disewakan kepada keluarga tersebut oleh seseorang yang bekerja padanya, namun ia tidak pernah berinteraksi langsung dengan mereka.
"Apa yang dimulai sebagai perselisihan domestik telah berakhir dengan kerugian yang tidak dapat diperbaiki," beber kantor kejaksaan distrik setempat dalam sebuah pernyataan.
Advertisement
Dampak dan Reaksi
Peristiwa ini menjadi penembakan massal paling mematikan di AS dalam lebih dari dua tahun terakhir.Â
Dalam konferensi pers, Kepala Kepolisian Shreveport Wayne Smith menyatakan, "Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa, hati saya sangat terguncang. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana peristiwa seperti ini bisa terjadi."
Wali Kota Shreveport Tom Arceneaux menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar.
"Ini adalah situasi yang tragis — mungkin yang paling tragis yang pernah kami alami. Ini adalah pagi yang mengerikan," katanya.
Beberapa jam setelah penembakan, para pelayat berkumpul di luar rumah satu lantai di Jalan 79 dan meletakkan bunga. Salah satu pintu tampak berlumuran darah.
Pada malam harinya, dalam sebuah doa bersama di dekat lokasi, Kimberlin Jackson bergabung dengan warga lain yang menyalakan lilin untuk para korban di sebuah area parkir.
"Ini membuat Anda ingin memeluk anak-anak Anda, menahan mereka erat, dan mengatakan betapa Anda mencintai mereka," imbuhnya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560524/original/016761200_1776671765-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)