Dipantau Langsung Kim Jong Un, Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah dan Anti-Kapal

Simak pesan Kim Jong Un dalam uji coba rudal terbaru berikut ini.

Diterbitkan 14 April 2026, 16:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal dari kapal perusak Choe Hyon. Demikian dilaporkan media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa (14/4/2026).

Menurut KCNA, Korea Utara meluncurkan dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal dari kapal tersebut pada Minggu (12/4) dalam sebuah uji efisiensi operasional.

Sebelumnya pada Maret, Korea Utara telah melakukan uji coba serupa terhadap rudal jelajah strategis dari kapal perang berbobot 5.000 ton tersebut dalam dua kesempatan menjelang peresmian, yang juga disaksikan oleh Kim Jong Un. Penyebutan "strategis" oleh Pyongyang mengindikasikan bahwa senjata tersebut kemungkinan memiliki kemampuan nuklir.

Dalam uji coba terbaru, Kim Jong Un menyatakan, "Kesiapan aksi strategis tentara kami telah diperkuat secara kualitatif melalui berbagai pencapaian yang baru-baru ini diraih di bidang ilmu pertahanan."

Ia menyerukan pula "memperkuat kemampuan penangkal perang nuklir yang kuat dan andal secara berkelanjutan dan tanpa batas" sebagai "tugas prioritas paling penting" negara tersebut.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah memperlihatkan Kim Jong Un memantau uji coba dari sebuah dermaga di lokasi yang tidak disebutkan, bersama sejumlah pejabat militer utama.

KCNA melaporkan bahwa rudal jelajah terbang selama 7.869–7.920 detik, sementara rudal anti-kapal terbang selama 1.960–1.973 detik mengikuti lintasan yang telah ditentukan di atas Laut Kuning. Seluruh rudal tersebut dilaporkan mengenai target dengan "akurasi hantaman sangat presisi".

Uji coba ini dilakukan untuk memeriksa jalur kendali peluncuran dalam sistem komando senjata terintegrasi kapal perang, sekaligus mengonfirmasi "akurasi dan tingkat keberhasilan dari sistem navigasi anti-jamming aktif yang telah ditingkatkan".

Selain itu, Kim Jong Un menyampaikan tugas penting untuk terus memperkuat kemampuan serangan strategis dan taktis, serta meningkatkan dan menyempurnakan "postur respons cepat", tanpa merinci lebih lanjut.

Ia dilaporkan turut menerima penjelasan mengenai rencana sistem persenjataan untuk kapal perusak nomor 3 dan nomor 4 yang saat ini sedang dibangun.

Respons Korea Selatan

Sementara itu, militer South Korea menyatakan mendeteksi peluncuran beberapa rudal jelajah dari Laut Kuning, dekat kota pesisir barat Korea Utara, Nampho, pada Minggu pagi.

"Korea Selatan dan AS secara ketat memantau pergerakan militer Korea Utara dalam postur pertahanan gabungan yang kuat dan mempertahankan kemampuan serta kesiapan untuk merespons setiap provokasi secara sangat tegas," kata Kepala Staf Gabungan.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menilai bahwa uji coba ini kemungkinan merupakan bagian dari upaya Korea Utara untuk menjalankan rencana pertahanan lima tahun yang diumumkan dalam kongres partai pada Februari.

"Tampaknya ini merupakan pemeriksaan akhir sistem persenjataan jika uji coba dilakukan sebelum penyerahan Choe Hyon kepada angkatan laut," ujar seorang pejabat kementerian seperti dikutip dari laporan kantor berita Yonhap.

Shin Jong-woo, sekretaris jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea (KODEF), menyebut bahwa pengungkapan uji coba ini mungkin berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pengendalian Selat Hormuz.

"Ini menandai pertama kalinya Korea Utara mengungkapkan uji peluncuran rudal anti-kapal dari Choe Hyon," kata Shin, menambahkan bahwa langkah tersebut bisa menjadi upaya Korea Utara untuk menunjukkan kekuatan militernya di tengah konflik Iran.

Pada April tahun lalu, Korea Utara memperkenalkan kapal perusak Choe Hyon sebagai bagian dari upaya modernisasi kekuatan angkatan lautnya.

Setelah meluncurkan kapal perusak lain berbobot 5.000 ton, Kang Kon, pada Juni 2025, Kim Jong Un memerintahkan pembangunan kapal perusak ketiga dengan kelas yang sama sebelum peringatan hari jadi Partai Buruh Korea pada 10 Oktober tahun ini.