Dimediasi Pakistan, Trump Tangguhkan Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

Berikut pernyataan Trump, pihak Iran dan Pakistan selengkapnya terkait dengan masa damai selama dua pekan.

Diterbitkan 08 April 2026, 07:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Selasa (7/4/2026) malam, berbelok ke arah deeskalasi perang kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk menyerah atau menghadapi konsekuensi bahwa "seluruh peradaban Iran akan hancur."

Melalui media sosial resmi, termasuk akun Gedung Putih, Trump mengumumkan:

Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah.

Alasan dari keputusan ini adalah karena kita telah mencapai dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan meyakini bahwa proposal tersebut merupakan dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.

Hampir semua poin perselisihan di masa lalu antara AS dan Iran telah disepakati, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk difinalisasi dan disahkan.

Atas nama AS, sebagai presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya melihat masalah jangka panjang ini hampir mencapai penyelesaian.

Terima kasih atas perhatian Anda.

Sementara itu, melalui akunnya di platform Truth Social, Trump membagikan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengonfirmasi jeda serangan selama dua pekan.

Bunyi pernyataan Araghchi tersebut adalah:

Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada saudara-saudara saya, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Yang Mulia Marsekal Lapangan Asim Munir, atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan ini.

Menanggapi permintaan dalam semangat persaudaraan dari PM Sharif melalui cuitannya, serta mempertimbangkan permintaan dari AS untuk melakukan perundingan berdasarkan proposal 15 poinnya, serta pernyataan Presiden AS (POTUS) mengenai penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar perundingan, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran:

Jika serangan terhadap Iran dihentikan maka angkatan bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka.

Selama periode dua minggu, jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan tetap memperhatikan keterbatasan teknis.

Pernyataan Pakistan

Konfirmasi gencatan senjata atas perang Iran turut disampaikan oleh PM Sharif melalui media sosial X. Berikut adalah pernyataan PM Sharif:

Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan AS, bersama sekutu-sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di semua wilayah, termasuk Lebanon dan tempat lainnya, yang BERLAKU SEGERA.

Saya dengan hangat menyambut langkah bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepemimpinan kedua negara, serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk melanjutkan perundingan guna mencapai kesepakatan final dalam menyelesaikan seluruh perselisihan.

Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa, serta tetap terlibat secara konstruktif dalam mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas. Kami dengan sungguh-sungguh berharap bahwa "Perundingan Islamabad" akan berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan, dan kami berharap dapat membagikan lebih banyak kabar baik dalam beberapa hari ke depan.

 

Â