Silaturahmi Idulfitri Prabowo Bersama Pemimpin Yordania hingga Pakistan Diwarnai Diskusi soal Perang Iran

Apa kata tiga pemimpin negara Islam tersebut terkait diskusi dengan Presiden Prabowo? Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan pada Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada para pemimpin muslim negara sahabat, di antaranya adalah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, penguasa de facto Arab Saudi Mohammed Bin Salman, hingga Raja Yordania Abdullah II.

Selain silaturahmi, Prabowo juga membahas berbagai isu dengan para pemimpin-pemimpin muslim negara sahabat.

Dikutip dari keterangan resmi akun X Kerajaan Yordania, Prabowo berdiskusi dengan Raja Abdullah II mengenai perlunya upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

"Yang Mulia Raja Abdullah II bertukar ucapan selamat Idulfitri dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto melalui telepon. Percakapan tersebut membahas perlunya mengakhiri agresi Iran terhadap negara-negara Arab dan untuk menahan diri serta menggunakan dialog untuk menyelesaikan krisis dan meredakan situasi saat ini," demikian keterangan Kerajaan Yordania pada Minggu (22/3).

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menuturkan bahwa dirinya bertukar pandangan dengan Prabowo mengenai konflik Iran-Israel. Kedua negara sepakat menyerukan perdamaian untuk mengakhiri konflik.

 

 

"Sewaktu panggilan telefon bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, semalam, kami bertukar pandangan mengenai pelbagai isu semasa, termasuk konflik Iran-Israel. Menyentuh isu serantau dan antarabangsa, kami bertukar pandangan mengenai konflik Iran–Israel serta kepentingan pendekatan diplomasi yang berterusan.

Kami berdua bersama menggesa kepada keamanan dan saya memaklum Presiden Prabowo bahawa Malaysia akan terus menyokong dan memperkukuh usaha diplomasi dalam meredakan konflik Iran–Israel, supaya ketegangan dapat diredakan, nyawa orang awam dilindungi, serta ruang rundingan yang bermakna dapat dibuka ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan," sebut Anwar dalam unggahannya pada Selasa (24/3).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan hal senada.

"Saya berbicara dengan saudara saya, Yang Mulia Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, untuk menyampaikan salam hangat Idul Fitri kepada beliau dan seluruh rakyat Indonesia yang bersaudara. Kami juga bertukar pandangan tentang situasi regional, khususnya di Iran dan kawasan Teluk dan menyerukan penghentian segera permusuhan dan penyelesaian semua perbedaan melalui dialog dan diplomasi," kata Sharif melalui akun resminya.

Ia menyampaikan pula komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral Pakistan dengan Indonesia.

"Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk lebih memperkuat hubungan historis dan persaudaraan antara Pakistan dan Indonesia, serta memperluas kerja sama di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama," imbuhnya.