Profil Ali Larijani, Arsitek Kekuasaan Iran yang Tewas di Tengah Eskalasi Perang

Ali Larijani dikenal sebagai sosok berpengaruh di Iran. Berikut ini profil selengkapnya.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Ali Larijani, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam struktur kekuasaan Iran, dilaporkan tewas dalam serangan terbaru di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kematian Larijani menandai hilangnya figur kunci yang selama ini memainkan peran penting di balik layar pemerintahan Teheran.

Larijani (67) dikenal sebagai pejabat keamanan nasional tertinggi sekaligus sosok yang secara de facto menjalankan roda pemerintahan, terutama setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan pada 28 Februari lalu, dikutip dari laman New York Times, Rabu (18/3/2026).

Sejak saat itu, Larijani muncul sebagai salah satu suara utama pemerintah Iran, secara konsisten menyampaikan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, baik melalui pernyataan publik maupun media sosial.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Larijani pada Rabu dini hari waktu setempat, dengan menyebutnya sebagai “martir”. Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan bahwa putra Larijani, Morteza Larijani, serta kepala keamanannya juga turut tewas dalam serangan tersebut.

Prosesi pemakaman Larijani dan putranya dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan pemakaman para perwira angkatan laut Iran yang gugur dalam insiden terpisah, menyusul tenggelamnya kapal perang IRIS Dena di perairan lepas Sri Lanka. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Fars News Agency.

 

Orang Kepercayaan Khamenei

Sebagai orang kepercayaan dekat Khamenei, Larijani termasuk dalam lingkaran elite yang ditugaskan menyusun skenario keberlangsungan pemerintahan jika terjadi kekosongan kepemimpinan. Ia disebut memiliki peran strategis dalam memastikan stabilitas Republik Islam di tengah tekanan eksternal.

Berasal dari keluarga politik dan religius terkemuka, Larijani memiliki rekam jejak panjang di panggung politik Iran. Ia menjabat sebagai Ketua Parlemen selama 12 tahun dan menjadi salah satu arsitek kebijakan luar negeri Iran, termasuk dalam perundingan nuklir dengan negara-negara Barat.

Pada 2021, Larijani juga dipercaya memimpin negosiasi kesepakatan strategis jangka panjang dengan China selama 25 tahun, yang bernilai miliaran dolar dan menjadi salah satu pilar penting dalam menopang ekonomi Iran di tengah sanksi Barat.

Kematian Larijani dipandang sebagai pukulan besar bagi struktur kekuasaan Iran, sekaligus berpotensi mengubah dinamika politik internal negara tersebut di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung.