Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, minuman terasa kurang lengkap tanpa tambahan es batu. Restoran pun hampir selalu menyajikan soda, air minum, hingga koktail dengan es agar minuman tetap dingin dan menyegarkan.
Di Amerika Serikat, kebiasaan menyajikan minuman dengan es bahkan sudah menjadi standar layanan. Namun belakangan, sejumlah ahli kesehatan mulai menyarankan pelanggan restoran untuk berpikir dua kali sebelum menerima minuman yang dipenuhi es.
Alasannya berkaitan dengan dua hal utama: kebersihan dan dampaknya terhadap pencernaan, dikutip dari laman Mentalfloss, Senin (9/3/2026).
Advertisement
Sekilas, es batu tampak jernih dan bersih. Namun dalam praktiknya, proses pembuatan dan penyimpanan es di restoran bisa menimbulkan masalah. Banyak restoran mengandalkan mesin es untuk memproduksi es dalam jumlah besar sepanjang hari. Jika mesin tersebut tidak dibersihkan secara rutin dan dengan cara yang benar, bakteri dapat berkembang di dalamnya.
Kondisi tersebut membuat es yang dihasilkan berpotensi terkontaminasi kuman. Ketika es dimasukkan ke dalam gelas pelanggan, bakteri yang ada tidak akan tetap “terkunci” dalam kondisi beku. Saat es mencair, mikroba tersebut ikut larut dan bercampur dengan minuman yang dikonsumsi.
Sumber air yang digunakan untuk membuat es juga menjadi perhatian. Jika es diproduksi dari air keran biasa tanpa proses penyaringan yang memadai, kualitasnya bisa lebih rendah dibanding minuman yang disajikan. Artinya, seseorang yang memesan air kemasan misalnya, tetap bisa mengonsumsi air keran ketika es di dalam gelas mulai mencair.
Memang, banyak restoran memasang filter air pada mesin es mereka. Namun jika es memiliki rasa, bau, atau warna yang tidak normal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya kontaminasi.
Dengan kata lain, es tidak selalu sebersih tampilannya. Meskipun restoran diwajibkan menjaga standar kebersihan, mesin es dalam praktiknya tidak selalu dibersihkan sesering yang seharusnya. Hal itu memungkinkan bakteri menumpuk dari waktu ke waktu.
Selain persoalan kebersihan, es juga kerap dikaitkan dengan gangguan pencernaan. Sejumlah ahli kesehatan menyebutkan bahwa minuman yang sangat dingin saat makan dapat memperlambat proses pencernaan.
Apakah Ada Risiko Besar?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508068/original/016345400_1626073477-pexels-photo-4667179.jpeg)
Dalam beberapa kasus, minuman dingin juga disebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam serta memperlambat pemecahan makanan di sistem pencernaan. Meski demikian, sebagian profesional kesehatan menilai dampak tersebut tidak selalu signifikan karena tubuh manusia mampu menyesuaikan suhu dengan cepat.
Secara umum, mengonsumsi es dalam minuman sesekali tidak dianggap menimbulkan risiko kesehatan besar. Namun bagi sebagian orang, kebiasaan ini tetap dapat memicu rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.
Karena itu, tidak sedikit pelanggan restoran yang kini memilih memesan minuman tanpa es, terutama saat makan.
Di banyak tempat, es batu sudah menjadi bagian dari budaya penyajian minuman. Namun sejumlah profesional medis mengingatkan agar kebiasaan tersebut tetap disikapi dengan bijak. Mesin es yang tidak dirawat dengan baik bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, sementara minuman yang terlalu dingin berpotensi memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Sebagai langkah sederhana, pelanggan dapat meminta minuman tanpa es atau memastikan restoran menggunakan air yang telah disaring dengan baik. Cara ini dinilai dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3932949/original/042252100_1772014395-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_10.49.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2376756/original/092636500_1538911967-ice-cubes-3506781_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496291/original/077826000_1770522944-Presiden_Prabowo_Subianto.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491377/original/001855000_1770094102-Memasak_magic_water__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473559/original/008737700_1768449270-Jualan_takjil_ramadan_berupa_es_dari_sirup__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470885/original/079730000_1768268075-Jualan_es_mambo_di_pinggir_jalan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463879/original/035379600_1767673067-Jualan_es_buah_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460850/original/090443500_1767324172-Jualan_minuman__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1679084/original/064714700_1502716829-20170814-Retno-Marsudi-CMS-GM5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2897765/original/008378600_1567175878-anastasia-dulgier-AklIXRucGTw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360794/original/080830200_1758760683-Untitled.jpg)