China Luncurkan Operasi Siber, Sasar Konten Netizen yang Gemar Pamer Kekayaan

Operasi siber yang dilakukan otoritas di China diberi nama Qinglang.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Badan Ruang Siber China (Cyberspace Administration of China/CAC) meluncurkan operasi digital bertajuk "Qinglang" menjelang perayaan Imlek 2026. Operasi yang berlangsung selama satu bulan ke depan ini menyasar berbagai konten daring yang dinilai merusak keharmonisan sosial.

Menurut laporan media pemerintah China yang dikutip Antara News, Jumat (13/2/2026), operasi tersebut menargetkan konten yang dianggap "jahat dan memicu emosi negatif", termasuk promosi gaya hidup anti-keluarga, ketakutan terhadap pernikahan, serta narasi anti-kelahiran yang dinilai dapat memicu konflik dan pertentangan gender.

CAC juga akan menertibkan konten dengan alur cerita konflik keluarga yang populer di platform digital. Tema seperti "orang tua pilih kasih", "konflik mertua dan menantu", serta "perkelahian antarsaudara" disebut mengeksploitasi konflik keluarga dan antargenerasi demi menarik perhatian publik.

Otoritas siber China melabeli konten-konten tersebut sebagai "sampah digital" dan "konten berkualitas rendah" yang dibuat semata-mata untuk meningkatkan jumlah penonton.

Selain itu, operasi "Qinglang" turut menyasar konten yang memamerkan kekayaan secara berlebihan, seperti tren belanja kebutuhan Imlek dan adu kemewahan tradisi perayaan Tahun Baru China. Konten semacam ini dinilai menonjolkan kesenjangan ekonomi dan berpotensi memicu konflik sosial.

CAC juga akan membatasi fenomena "fan circle" atau perang antarpenggemar di dunia maya yang kerap memanfaatkan momentum acara besar seperti Gala Festival Musim Semi, film-film Imlek, hingga ajang olahraga populer.

Tak hanya itu, konten yang mempromosikan takhayul, termasuk praktik penolak sial, astrologi "Tai Sui", serta layanan ramalan dan perhitungan nasib secara daring, turut menjadi sasaran penertiban.

Dalam pelaksanaannya, CAC menginstruksikan seluruh platform digital untuk membentuk tim kerja khusus dan memperketat pengawasan, terutama pada halaman utama, daftar pencarian populer, sistem rekomendasi konten, linimasa, hingga kolom komentar.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah China menciptakan ruang digital yang lebih tertib dan kondusif selama periode libur Imlek, yang menjadi momen penting berkumpulnya keluarga di seluruh negeri.  

 

Banyak Warga Mudik

Tahun Baru China atau Imlek menjadi periode di mana banyak warga China mudik dari kota-kota besar ke kampung halaman untuk reuni dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Operasi "Qinglang" ini juga bertujuan agar keluarga dapat menikmati libur Imlek dengan konflik sosial yang minim.

Operasi "Qinglang" juga menjadi salah satu upaya pemerintah China untuk meningkatkan angka kelahiran yang mengalami penurunan.

Biro Statistik Nasional China pada Januari 2026 lalu melaporkan bahwa angka kelahiran pada 2025 turun menjadi 5,63 kelahiran per 1.000 penduduk, di bawah rekor terendah tahun 2023 sebesar 6,39 per 1.000 penduduk sehingga populasi China menyusut 3,39 juta orang.