Liputan6.com, Baghdad - Ratusan warga sipil Irak tewas dan terluka setelah pesawat pengebom Amerika Serikat menggempur sebuah bunker perlindungan serangan udara di Baghdad pada 13 Februari 1991. Ini menjadi salah satu insiden paling mematikan selama Perang Teluk 1991.
Serangan terjadi sekitar pukul 04.45 dan 04.50 waktu setempat ketika dua bom presisi berpemandu laser menghantam kompleks perlindungan di distrik kelas menengah Amiriya, sekitar lima mil dari pusat ibu kota Irak.
Hingga 12 jam setelah serangan, sedikitnya 235 jenazah telah ditemukan. Petugas penyelamat memperkirakan jumlah korban dapat melampaui 300 orang, karena kebakaran yang masih berkobar dan suhu ekstrem di dalam bunker menghambat proses evakuasi. Banyak korban diyakini perempuan dan anak-anak.
Advertisement
Kompleks yang menjadi sasaran dilaporkan berada di area yang juga mencakup sekolah, masjid, dan supermarket, dikutip dari laman BBC, Jumat (13/2/2026).
Irak Sebut Serangan “Kriminal”Menteri Luar Negeri Irak saat itu, Tariq Aziz, mengecam keras serangan tersebut.
“Ini adalah serangan kriminal, yang direncanakan dan disengaja terhadap warga sipil,” katanya, seraya mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk apa yang ia sebut sebagai “kejahatan mengerikan”.
PBB dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas insiden tersebut. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Javier Pérez de Cuéllar menyatakan kekecewaan atas tingginya jumlah korban sipil.
Pengelola tempat perlindungan di Baghdad membantah adanya aktivitas militer di lokasi tersebut. “Kami tidak memiliki satu pun personel militer di tempat perlindungan itu. Tempat perlindungan itu dialokasikan untuk warga sipil,” ujarnya.
Menurut sumber intelijen, bunker tersebut dibangun pada era Perang Iran-Irak 1980-an. Struktur bangunan memiliki langit-langit beton setebal 10 hingga 15 kaki yang diperkuat baja, dirancang untuk menahan gelombang elektromagnetik dari ledakan termonuklir.
AS Sebut Target MiliterPemerintah Amerika Serikat menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban sipil, namun menegaskan bahwa bunker itu merupakan target militer yang sah.
Juru bicara Gedung Putih saat itu, Martin Fitzwater, menyebut hilangnya nyawa warga sipil sebagai “benar-benar tragis”, tetapi mempertahankan bahwa lokasi tersebut dikenal sebagai fasilitas militer.
“Kita tidak tahu mengapa warga sipil berada di lokasi ini. Kita tahu bahwa Saddam Hussein tidak memiliki nilai-nilai kesucian hidup manusia seperti kita,” kata Fitzwater.
Seorang perwira intelijen AS mengatakan bunker itu terus memancarkan sinyal militer hingga saat bom dijatuhkan. Pejabat AS lainnya di Riyadh, Arab Saudi, menuduh pemerintah Irak sengaja menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia untuk mempengaruhi opini internasional terhadap kampanye udara koalisi.
Kedua pihak menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut. Serangan itu sendiri terekam oleh kamera yang terpasang pada pesawat militer AS.
Tragedi di Amiriya menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam operasi militer koalisi di Irak, memperuncing perdebatan internasional mengenai dampak perang terhadap warga sipil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1608817/original/022425000_1496123577-article-urn-publicid-ap.org-973bb50b776c4d6d8e7ce580f194c858-3OcJmetwDg47977dea51b3d12612-883_634x422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266425/original/035543800_1671506043-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1858099/original/047551300_1517555193-Aksi-Pesawat-Singapura-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/872288/original/064828400_1431083545-helikopter_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929500/original/046322400_1782959691-bos1.jpg)