24 Januari 1989: Pembunuhan Berantai Asal AS Ted Bundy Dieksekusi Mati

Vonis hukuman mati terhadap Bundy dijatuhkan setelah ia terbukti menculik dan menghilangkan nyawa anak berusia 12 tahun.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - erpidana mati pembunuh berantai Ted Bundy dieksekusi dengan kursi listrik di Penjara Negara Bagian Florida pada 24 Januari 1989. Eksekusi ini mengakhiri rangkaian kasus pembunuhan brutal terhadap sedikitnya 30 perempuan di Amerika Serikat sepanjang dekade 1970-an.

Bundy dinyatakan meninggal dunia pada usia 42 tahun pada pukul 07.16 waktu setempat oleh Kepala Dokter Penjara Negara Bagian Florida, Dr. Frank Kilgo. Proses eksekusi dimulai sekitar pukul 07.06 pagi saat aliran listrik dialirkan ke kursi listrik, sebagaimana dilaporkan The Oklahoman.

Vonis hukuman mati terhadap Bundy dijatuhkan setelah ia terbukti menculik, memperkosa, dan membunuh Kimberly Leach, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang menjadi korban terakhirnya. Kasus tersebut menjadi bukti kuat yang mengantarkannya ke hukuman mati.

Sebelumnya, pada Juli 1978, Bundy juga didakwa atas pembunuhan dua anggota perkumpulan mahasiswi Chi Omega di Florida State University, yakni Margaret Bowman dan Lisa Levy. Selain itu, ia menghadapi dua dakwaan pembunuhan tingkat pertama serta tiga dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Kathy Kleiner, Karen Chandler, dan Cheryl Thomas.

Bundy dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah kriminal Amerika Serikat. Ia menjalankan aksinya dengan menargetkan perempuan muda, membuat korban tidak sadarkan diri, lalu membawa mereka ke lokasi terpencil untuk diserang secara seksual dan dibunuh.

Menjelang eksekusinya, Bundy menyampaikan permintaan terakhir kepada pengacaranya, James Coleman, dan Pendeta Fred Lawrence. “Jim dan Fred, saya ingin kalian menyampaikan salam sayang saya kepada keluarga dan teman-teman saya,” ujarnya, dikutip dari People, Sabtu (24/1/2026).

Bundy sempat melarikan diri dengan kendaraan curian setelah melakukan pembunuhan terhadap Kimberly Leach, namun akhirnya ditangkap oleh kepolisian Pensacola, Florida. Eksekusinya menandai berakhirnya salah satu kasus kejahatan paling kelam dalam sejarah Amerika Serikat.

Kasus Bundy Selesai

Lokasi eksekusi Bundy berlangsung di penjara Negara Bagian Florida di Raiford yang sebelumnya telah ditahan secara khusus di sel hukuman mati selama hampir 10 tahun. Ia juga adalah orang ke-20 yang mendapatkan hukuman tersebut setelah Mahkamah Agung AS kembali mengizinkan hukuman mati pada tahun 1976.

Menurut ABC News, Bundy mengaku di rekaman investigasi yang mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia telah melakukan 30 pembunuhan di California, Oregon, Washington, Idaho, Utah, Colorado, dan Florida antara tahun 1973 dan 1979. Hal ini munculnya dugaan bahwa korban yang dibunuhnya lebih banyak sekitar 100 orang.

Berdasarkan laporan pihak berwenang, penyebab ia melakukan kejahatan tersebut karena kecanduan dengan paparan pornografi sejak remaja yang semakin kuat hingga dewasa dan berkembang menjadi tindakan kriminal serius, dengan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Modus kejahatannya juga dilakukan dengan memanfaatkan karismanya dan penampilan yang memikat para korban agar masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, ia melumpuhkan korban hingga pingsan sebelum melakukan tindakan kekerasan dan peleccehan seksual, yang akhirnya dibunuh setelah mereka tidak dianggap memuaskan lagi baginya.

Namun, kasus kejahatan Bundy ini akhirnya berakhir, disaksikan oleh ratusan orang berkumpul di luar penjara yang mencapai 2.000 penonton, termasuk anak-anak.

Sebagian massa ada yang menyuarakan penolakan terhadap hukuman mati, sementara sisanya mengenakan kaos serta memegang tanda dengan slogan-slogan seperti "Bakar Bundy Bakar" atau "Bersulang untuk Ted" yang mengekspresikan dukungan untuk mengakhiri kekejaman dari kejahatannya.