Remaja AS Pecahkan Rekor Dunia, Bangun Menara Eiffel Raksasa dari Tusuk Gigi

Replika Menara Eiffel dari tusuk gigi ini menjadi rekor dunia kedua, lantas apa yang membedakan dari yang pertama?

Diterbitkan 30 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang remaja asal Amerika Serikat berhasil mencetak namanya dalam Rekor Dunia (Guinness World Record) setelah membangun replika menara Eiffel setinggi lebih dari 17 kaki dari tusuk gigi yang ditempel menggunakan lem.

Remaja laki-laki ini bernama Eric Klabel yang berasal dari Illinois. Bangunan replika menara Eiffel miliknya menjadi prestasi kedua dan tersulit yang dibuatnya dengan tinggi mencapai 17,32 kaki atau sekitar 5,28 meter, dilansir dari Daily Star, Selasa (30/12/2025).

Inspirasi dalam pembuatan menara yang terlihat cukup rumit ini karena ayahnya yang merupakan seorang insinyur sipil, sehingga ia memiliki ketertarikan untuk mengikuti seperti apa yang ayahnya buat, di mana ia mencoba menggunakan berbagai bentuk dari bahan sederhana dan mudah dicari.  

Meski ia baru berusia 12 tahun, pencapaian pertamanya dibuat pada 2021 telah menjadi prestasi pertama kali yang tercatat ke dalam rekor dunia, di mana ia membangun menara setinggi 20 kaki berbahan dasar stik es krim dan lem.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah tertarik pada kreativitas seperti ini pada usianya yang masih muda.

"Ketika saya masih kecil, saya sangat tertarik membangun sesuatu dari stik es krim," ucapnya kepada media lokal AS.

Mencari Tantangan dari Kreativitas

Beberapa tahun kemudian, Eric memutuskan untuk menantang dirinya membuat bangunan yang lebih sulit dibandingkan menara sebelumnya. Meski strukturnya lebih detail dan rumit, menara Eiffel telah membawanya mendapatkan rekor dunia kedua pada Oktober lalu.

Menurutnya tusuk gigi jauh lebih kecil dan rapuh, tetapi ia tetap berusaha memiliki pencapaian dengan kesulitan tingkat tinggi. 

Karyanya pun kini menjadi bukti bahwa kreativitas akan menjadi berharga apabila dibuat dengan ketekunan dan kerja keras sehingga dapat menghasilkan prestasi luar biasa.Â