Liputan6.com, Beijing - Sebuah perguruan tinggi swasta di China menuai kecaman karena meminta mahasiswa yang gagal ujian untuk membayar hingga 79.800 yuan (sekitar Rp190 juta) untuk mengikuti program "studi luar negeri mikro" yang sebenarnya tidak ada, agar catatan kegagalan mereka dihapus.
Xian Technology and Business College, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memungut biaya fantastis kepada mahasiswanya untuk menghapus catatan akademik yang buruk.
Pihak kampus diduga meminta bayaran hingga 79.800 yuan (sekitar Rp190 juta) dengan kedok program "studi mikro ke luar negeri" yang ternyata fiktif. Kasus ini mencuat pada pertengahan Desember setelah sejumlah orang tua mengadu kepada media berita Benliu News.
Advertisement
“Mereka sengaja membiarkan anak saya gagal dalam ujian. Seorang guru menelepon saya, mengatakan bahwa anak saya telah gagal dalam empat ujian, kami harus keluar dari sekolah atau mengulang tahun ajaran,” kata seorang orang tua kepada media, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (31/12/2025).
Progam Palsu dan Aliran Dana Mencurigakan
Mereka mengaku dipaksa oleh oknum pengajar untuk membayar sejumlah besar uang agar nilai ujian anak-anak mereka yang gagal dapat diperbaiki. Kampus yang berlokasi di Xian, provinsi Shaanxi ini diketahui dibiayai oleh Beijing Northern Investment Group.
Namun, guru tersebut kemudian menawarkan "jalur pintas".
"Kemudian guru tersebut menyarankan solusi baru yaitu membayar 79.800 yuan (sekitar Rp190 juta) untuk mengikuti program 'studi mikro ke luar negeri'. Catatan kegagalan tes siswa akan dihapus jika mereka mengikuti program ini," ujar orang tua tersebut.
Selain penghapusan nilai gagal, siswa yang membayar juga dijanjikan perlakuan prioritas dalam pemilihan asrama dan kompetisi beasiswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa program tersebut tidak nyata.
"Guru tersebut memberi tahu saya bahwa siswa yang mendaftar untuk program ini tidak perlu pergi ke luar negeri dan tidak ada kegiatan belajar juga," tambah orang tua itu.
Kejanggalan berlanjut pada proses transaksi. Setelah orang tua mentransfer uang ke rekening yang ditunjuk guru, penerima dana tercatat sebagai perusahaan teknologi tinggi di Yili, daerah otonomi Xinjiang Uygur, bukan rekening institusi pendidikan.
Pihak kampus juga tidak menerbitkan faktur resmi untuk pembayaran tersebut.
Kecaman Publik dan Langkah Investigasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4044752/original/053356200_1654575523-11_Juta_Pelajar_China_Hadapi_Ujian_Masuk_Universitas-AP_2.jpg)
Insiden tersebut memicu kemarahan di dunia maya setelah beritanya dilihat lebih dari 10 juta kali di media sosial. Publik menilai praktik ini telah mencederai integritas pendidikan.
"Ini di luar pemahaman saya. Bagaimana hal ini bisa diperdagangkan? Sekolah telah menjadi bisnis," tulis salah satu warganet.
Kantor berita gmw.cn dalam editorialnya pada 15 Desember mengkritik keras praktik tersebut.
"Ketika membayar 79.800 yuan (sekitar Rp190 juta) dapat memastikan kelulusan ujian, nilai pun menjadi komoditas yang dapat diperdagangkan dan keadilan pendidikan telah menjadi layanan istimewa yang dijual dengan harga yang tertera jelas," tulis artikel tersebut.
Editorial itu juga menekankan bahwa jika sekolah memungut biaya tanpa menyelenggarakan program yang dijanjikan, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai penipuan.
Menanggapi tekanan publik yang memanas, Departemen Pendidikan Shaanxi pada 16 Desember menyatakan bahwa penyelidikan resmi telah diluncurkan. Sebagai konteks, di China hanya terdapat sekitar 800 institusi pendidikan tinggi swasta, dan sedikit diantaranya yang mendapatkan pengakuan tinggi dari masyarakat, di mana sebagian besar universitas dan perguruan tinggi didanai oleh pemerintah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3905030/original/ACg8ocIhRhvs-eLZI_JgAExp-r2LUXlTLIqN67fFE_mGuoyy_l1HK8eG%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3475930/original/077831000_1623129874-000_9BJ7UJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681319/original/003935100_1782730752-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7436017/original/050032300_1780212408-MacBook_Pro_M5_Pro_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564589/original/075643900_1776957136-VW-German-Production-919-4-2048x1152.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511784/original/085283500_1782434702-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524142/original/094092100_1782453480-ChatGPT_Image_26_Jun_2026__12.36.24.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530163/original/006345300_1782462263-IMG-20260626-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)