Liputan6.com, Beijing - China pada Selasa (23/12/2025) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam perlucutan senjata nuklir, menyusul munculnya draf laporan Pentagon yang menyebut Beijing terus memperluas kemampuan nuklirnya dan tidak menunjukkan minat pada pembicaraan pengendalian senjata.
Desakan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing. Ia menegaskan bahwa sebagai negara adidaya nuklir dengan persenjataan terbesar di dunia, ASÂ memiliki tanggung jawab khusus dan prioritas utama dalam upaya perlucutan senjata nuklir global.
"Sebagai negara adidaya nuklir dengan arsenal nuklir terbesar, tugas paling mendesak bagi AS adalah secara sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawab khusus dan prioritasnya dalam perlucutan senjata nuklir," kata Lin seperti dilansir CNA.
Advertisement
Menurutnya, AS seharusnya mengambil langkah nyata dengan mengurangi persenjataan nuklirnya secara signifikan. Langkah tersebut, kata Lin, penting untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya ikut terlibat dalam proses perlucutan senjata secara bertahap.
Pernyataan China ini muncul setelah Reuters melihat sebuah draf laporan Pentagon yang menyebutkan bahwa China kemungkinan telah memasang lebih dari 100 rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat jenis DF-31 di tiga ladang silo yang terletak dekat perbatasan Mongolia. Laporan itu menyatakan pula bahwa Beijing tidak menunjukkan minat untuk melakukan pembicaraan pengendalian senjata.
Laporan Pentagon sejalan dengan penilaian Bulletin of the Atomic Scientists, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Chicago, yang menyebut China sebagai negara dengan laju ekspansi dan modernisasi persenjataan nuklir tercepat di antara seluruh negara pemilik senjata nuklir.
"Kami terus melihat tidak adanya minat dari Beijing untuk mengejar langkah-langkah semacam itu atau diskusi pengendalian senjata yang lebih komprehensif," demikian bunyi laporan Pentagon tersebut.
Menanggapi hal itu, Lin Jian mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui laporan Pentagon. Namun, ia menilai bahwa narasi serupa sudah berulang kali disampaikan oleh pihak AS di masa lalu.
"Hal ini bertujuan mencari-cari alasan untuk mempercepat modernisasi kekuatan nuklirnya sendiri serta melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu stabilitas strategis global," ujar Lin.
Â
Â
Â
Strategi Nuklir China
Sejumlah analis AS menilai bahwa Beijing memang telah memulai peningkatan yang cepat dan berkelanjutan terhadap ukuran serta kemampuan kekuatan nuklirnya. Meski demikian, laporan Pentagon mencatat bahwa jumlah hulu ledak nuklir China pada 2024 masih berada di kisaran rendah 600-an, yang mencerminkan laju produksi yang lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun demikian, laporan yang sama juga memperkirakan bahwa China berada di jalur untuk memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada 2030. Sebagai perbandingan, AS diperkirakan memiliki sekitar 5.177 hulu ledak nuklir saat ini.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bulan lalu bahwa ia mungkin tengah mengupayakan rencana denuklirisasi bersama China dan Rusia.
Sementara itu, Lin menegaskan kembali posisi resmi Beijing terkait kebijakan nuklirnya. Ia menyatakan bahwa China secara konsisten menganut kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir lebih dahulu dan menjalankan strategi nuklir yang bersifat defensif.
"China tidak terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dengan negara mana pun," tegasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)