Wanita di China Viral Usai Kumpulkan Sisa Makanan Pesta Pernikahan untuk 120 Kucing Liar

Bagaimana cara Xuanxuan mengumpulkan makanan untuk 120 kucing liar yang dirawatnya?

Diterbitkan 22 Desember 2025, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita asal China menjadi viral di media sosial setelah aksinya memberi makan ratusan kucing liar dengan sisa makanan pesta pernikahan menuai perhatian publik.

Selama bertahun-tahun, ia mengumpulkan makanan yang tidak tersentuh dari resepsi pernikahan untuk memberi makan sekitar 120 kucing liar yang dirawatnya.

Wanita bernama Xuanxuan itu berasal dari Baoshan, Provinsi Yunnan. Ia diketahui bekerja paruh waktu sebagai editor video sembari berjuang melawan kecemasan sosial. Kehidupannya mulai berubah sejak musim dingin 2022, ketika ia menemukan seekor kucing yang menggigil dan memutuskan untuk merawatnya.

Sejak saat itu, jumlah kucing yang ia tampung terus bertambah hingga rumahnya berubah menjadi tempat penampungan kucing liar.

Kepada media, Xuanxuan mengungkapkan biaya perawatan kucing menjadi tantangan utama. Ia memperkirakan seekor anak kucing membutuhkan sekitar 3 yuan per hari atau setara Rp7.000. Dengan jumlah kucing yang dirawat mencapai ratusan, pengeluaran hariannya bisa menembus lebih dari 300 yuan atau sekitar Rp750.000.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Xuanxuan menemukan solusi dengan memanfaatkan sisa makanan dari pesta pernikahan. Ia menilai banyak makanan layak konsumsi terbuang percuma usai resepsi, sehingga muncul gagasan yang ia sebut sebagai “Rencana Penyelamatan Sisa Makanan” untuk memberi makan kucing-kucingnya.

Meski memiliki riwayat kecemasan sosial, Xuanxuan memberanikan diri mendatangi pesta pernikahan dan meminta izin langsung kepada pihak pengantin atau penyelenggara untuk membawa pulang makanan sisa yang masih bersih. Langkah itu, menurutnya, bukan perkara mudah.

“Saya selalu mengalami kecemasan sosial. Setiap kali harus berbicara dengan orang lain, dibutuhkan banyak keberanian,” ujar Xuanxuan kepada Cover News, seperti dilansir South China Morning Post (SCMP), Senin (22/12/2025).

Namun, dorongan untuk memberi makan kucing-kucing yang menunggunya di rumah membuatnya terus melawan ketakutannya. “Memikirkan semua kucing yang menunggu di rumah memotivasi saya untuk keluar dan menghadapi publik,” katanya.

Aksi Xuanxuan tersebut menuai beragam respons positif dari warganet, yang menilai upayanya tidak hanya membantu hewan terlantar, tetapi juga mengurangi pemborosan makanan.

Ketakutan Berbuah Keberanian

Setelah tujuannya diketahui banyak orang, ia mendapatkan banyak undangan untuk berpatisipasi dalam pesta pernikahan, di mana setiap acara selesai dapat langsung membawa sisa makanan.

Ungkapan terima kasih diberikan Xuanxuan dengan memberikan 100 yuan (sekitar Rp237.000) kepada pengantin baru. Aktivitasnya sudah dijalankan selama tiga tahun, dan ia tercatat menghadiri sekitar 100 pesta pernikahan setiap 10 hari sekali.

Makanan sisa yang bersih dan tidak tersentuh ini terkadang membawa ayam, ikan kakap, dan udang, yang mencapai 30 kilogram. Setibanya di rumah, makanan tersebut dikukus ulang untuk mengurangi minyak dan garam sebelum diberikan kepada hewan-hewan.

Dari ide yang sebelumnya untuk mengatasi kecemasan sosial justru dengan cepat membantunya menjadi berani berada di publik, upayanya juga dapat membantu pengurangan limbah makanan di Tiongkok. Pengumpulan makanan membuatnya menghemat 1.000 yuan (sekitar Rp2,370 juta) hingga 2.000 yuan (sekitar Rp4,740 juta) per bulan.

Ketika menjalani aktivitas, ia rutin membagikannya di media sosial. Videonya disambut positif dari banyak penonton yang membuat pengikutnya bertambah lebih dari 1,5 juta. Video terbarunya juga ditonton lebih dari 50 juta kali dan sebanyak 1,5 juta yang memberikan 'like.'

Kolom komentar menjadi penuh dukungan dan ada yang mengatakan jika inisiatifnya membantu mengurangi pemborosan yang dialihkan untuk memberi makanan kepada kucing liar.

"Ini adalah inisiatif yang luar biasa! Selalu ada begitu banyak makanan sisa setelah pesta pernikahan. Rasanya seperti pemborosan. Dengan cara ini, tidak hanya membantu hewan liar, tetapi juga mengurangi sampah. Ini pasti harus dipromosikan," tulis seseorang.

Xuanxuan juga berharap apa yang dilakukannya dapat menginspirasi orang lain untuk menghargai makanan dan merawat hewan-hewan liar. Karena ada makhluk hidup yang juga membutuhkan pertolongan manusia.