12 Desember 2020: FDA Beri Izin Darurat, Distribusi Global Vaksin Pfizer-BioNTech Dimulai

Vaksin Pfizer-BioNTech mulai didistribusikan ke berbagai negara setelah izin penggunaan darurat dari FDA di AS.

Diterbitkan 12 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - FDA Amerika Serikat resmi menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Pfizer-BioNTech pada 11 Desember 2020.Hal ini menandai dimulainya distribusi global vaksin COVID-19 pertama yang mendapatkan persetujuan di negara tersebut.

Sehari setelah EUA diterbitkan, berbagai negara mulai membuka akses penerimaan dosis vaksin, dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada menjadi penerima awal. Distribusi di ketiga negara itu dijadwalkan berlangsung mulai 14 Desember.

Meksiko dan Argentina menyusul dengan jadwal pengiriman pada 24 Desember, demikian dilaporkan DW, Jumat (12/12/2025).

Vaksin Pfizer-BioNTech, hasil kolaborasi produsen farmasi AS dan perusahaan bioteknologi Jerman, disebut memiliki tingkat efektivitas hingga 95 persen, menurut laporan BBC.

Gelombang distribusi pertama di Kanada mencakup 30.000 dosis untuk 14 lokasi. Sementara itu, Amerika Serikat mengalokasikan tiga juta dosis awal yang dikirim ke puluhan lokasi menggunakan pesawat kargo dan truk.

AS menjadi negara dengan dampak pandemi paling berat, dengan kebutuhan dua dosis vaksin untuk tiap penduduk dari total populasi sekitar 330 juta jiwa. Distribusi vaksin dijadwalkan terus berlangsung hingga 2021, mengikuti jadwal masing-masing negara.

Kelompok prioritas penerima mencakup tenaga kesehatan, penghuni panti jompo, serta populasi rentan lainnya, sebelum diperluas ke kelompok usia dan risiko berbeda.

Setelah menghadapi lebih dari 15,7 juta kasus COVID-19, FDA juga menyiapkan distribusi vaksin Moderna untuk Amerika Serikat dan sejumlah negara lain sebagai langkah lanjutan dalam upaya mempercepat vaksinasi global.

Dua Jenis Vaksin Pandemi

Langkah ini telah menjadi prioritas secara global yang diharapkan dapat menekan laju infeksi atau penyebarannya. 

Pfizer/BioNTech juga adalah sebuah vaksin virus corona pertama yang menunjukkan hasil menjanjikan pada tahap akhir proses pengujiannya, dengan pengambangan vaksin kedua yaitu Moderna.

Kedua vaksin ini juga membutuhkan dua dosis, dengan interval 21–28 hari, dan sebagai komponen utama dalam program vaksinasi global yang menekan penyebaran virus serta mengurangi angka rawat inap dan kematian.