Liputan6.com, Naypyidaw - Junta Myanmar mengklaim telah menangkap hampir 1.600 warga negara asing dalam waktu lima hari dalam operasi besar-besaran terhadap jaringan penipuan digital di perbatasan Thailand.
Tindakan ini dilakukan di sebuah kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat kejahatan siber dan perjudian ilegal, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (24/11/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan perbatasan Myanmar yang dilanda konflik berubah menjadi “pabrik penipuan” yang dipenuhi ribuan pekerja, termasuk mereka yang direkrut secara ilegal dari luar negeri.
Advertisement
Mereka diduga menjalankan penipuan asmara, penipuan investasi, hingga bisnis daring lainnya yang diperkirakan menghasilkan puluhan miliar dolar setiap tahun.
Pemerintah militer Myanmar selama ini dituding membiarkan industri ilegal tersebut berkembang. Namun, sejak Februari lalu, mereka mulai melakukan tindakan keras setelah mendapat tekanan dari China, sekutu militernya.
Para pengamat menilai operasi terbaru ini bisa menjadi upaya pemerintah meredakan kemarahan Beijing, tanpa memutus aliran keuntungan yang dinikmati kelompok milisi pro-junta.
Berdasarkan laporan media pemerintah The Global New Light of Myanmar, sebanyak 1.590 warga asing yang diduga masuk secara ilegal ditangkap dalam penggerebekan antara 18–22 November di kompleks perjudian dan penipuan Shwe Kokko. Selain penahanan, otoritas juga menyita hampir 3.000 komputer, lebih dari 21.000 ponsel, 101 perangkat Starlink, serta berbagai peralatan lain yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan daring.
Langkah ini dilakukan setelah investigasi internasional mengungkap penggunaan luas internet satelit Starlink di kawasan tersebut.
2.500 Perangkat Starlink Dinonaktifkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166227/original/078878800_1742259122-WhatsApp_Image_2025-03-18_at_06.36.37.jpeg)
Menyusul laporan tersebut, perusahaan milik Elon Musk itu menonaktifkan lebih dari 2.500 perangkat Starlink yang ditemukan di lokasi-lokasi penipuan di Myanmar.
Penggerebekan pada Sabtu lalu saja menghasilkan penahanan 223 terduga pelaku penipuan, termasuk 100 warga China. Rekaman media lokal menunjukkan alat berat menghancurkan ratusan monitor komputer dan tumpukan ponsel yang dimusnahkan di lokasi Shwe Kokko.
Kawasan ini dipenuhi para pekerja yang bekerja secara sukarela, hingga korban perdagangan orang dari luar negeri yang dipaksa menjalankan penipuan. Perdagangan manusia dan kejahatan siber semakin menjamur sejak kudeta militer pada 2021 yang memicu perang saudara dan melemahkan pengawasan pemerintah.
China, meski menjadi pendukung utama junta Myanmar, dilaporkan semakin frustrasi karena banyak warganya menjadi sasaran dan bahkan bagian dari jaringan penipuan tersebut. Menurut laporan PBB, kerugian akibat kejahatan siber di Asia Tenggara dan Asia Timur pada 2023 diperkirakan mencapai USD 37 miliar, dan kerugian global diyakini jauh lebih besar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145225/original/063527400_1740691801-bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w1023_r1_s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409559/original/023778600_1479455542-Myanmar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8132776/original/059218700_1780984614-IMG_0003.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605847/original/037183100_1780390155-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_15.34.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503456/original/052757600_1780275806-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5168827/original/096917600_1742462405-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672700/original/006353100_1778489784-AP26128398659482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1708945/original/017145500_1505296603-suu_kyi--621x414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1714458/original/040081800_1505796575-Myanmar_Suu_Kyi_Hand__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3377083/original/043270000_1613372087-20210215-Militer_Kerahkan_Kendaraan_Lapis_Baja_di_Kota-Kota_Myanmar-AP_6.jpg)