Kesaksian Warga Venezuela: Gempa Kali Ini Lebih Buruk daripada 1967

Gempa 1967 adalah salah satu bencana seismik paling signifikan dalam sejarah modern Venezuela. Korban tewas dilaporkan hingga 300 orang.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 07:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Caracas - Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Venezuela setelah dua gempa besar mengguncang negara itu pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Warga bergegas mengevakuasi diri dari rumah dan gedung, sementara pemerintah mengimbau masyarakat tetap berada di luar ruangan karena gempa susulan berpotensi memperparah kerusakan pada bangunan yang terdampak.

Warga di negara tetangga, Kolombia, juga melaporkan merasakan guncangan akibat gempa tersebut. Demikian seperti dikutip dari laporan The Guardian.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengatakan gempa dirasakan di sejumlah negara bagian. Menurutnya, kawasan Altamira di Caracas menjadi salah satu wilayah yang mengalami "situasi mengkhawatirkan" setelah sejumlah rumah dan bangunan dilaporkan runtuh.

Cabello meminta para pengendara memberi jalan kepada ambulans dan kendaraan darurat yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan.

"Kami memahami bahwa sebagian orang mungkin merasa panik, tetapi kami bertindak sesuai dengan protokol untuk mengaktifkan upaya bantuan dan penyelamatan guna membantu mereka yang paling membutuhkan," kata Cabello dalam siaran televisi pemerintah.

"Utamakan keselamatan anak-anak dan warga lanjut usia. Hubungi keluarga maupun kerabat untuk memastikan mereka dalam kondisi selamat." Sejauh ini belum terdapat gambaran jumlah korban luka maupun tewas. 

Di Caracas, mobil pemadam kebakaran dilaporkan bersiaga di sejumlah ruas jalan. Rekaman video Reuters menunjukkan fasad sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara sebagian warga melaporkan aliran listrik dan layanan internet terputus sesaat setelah gempa.

Seorang saksi mengatakan retakan muncul di sisi bangunan apartemennya, sementara kaca di pintu masuk pecah sebelum aliran listrik padam.

Di Valencia, yang berada di sebelah barat Caracas, seorang warga mengatakan beberapa dinding di gedung tempat tinggalnya retak hingga jebol akibat guncangan.

"Begitu guncangan berhenti, saya dan suami langsung mengevakuasi diri," ujar saksi tersebut kepada Reuters.

Maria Romero, pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di bagian selatan Caracas, mengatakan polisi membantunya mengevakuasi diri dari gedung tempat tinggalnya. 

"Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk daripada yang terjadi pada 1967," katanya.

Sementara itu, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan ancaman tsunami untuk Puerto Riko, Kepulauan Virgin Amerika Serikat, dan Kepulauan Virgin Britania Raya. Namun, peringatan untuk seluruh wilayah tersebut kemudian dicabut. 

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa pertama tercatat magnitudo 7,1 dengan pusat gempa berada di sebelah barat komunitas Moron yang terletak di sepanjang pesisir Karibia, utara Venezuela, sekitar 168 kilometer di barat Caracas dengan kedalaman 13 kilometer. Hanya berselang 39 detik kemudian, USGS melaporkan gempa kedua yang lebih besar, yakni magnitudo 7,5, dengan kedalaman 10 kilometer dan berpusat 16 kilometer di barat daya Moron.

Saat gempa pertama terjadi, banyak warga Venezuela sedang berada di rumah untuk merayakan hari libur nasional yang memperingati kemenangan militer pada 1821, yang menjadi tonggak kemerdekaan negara itu dari Spanyol.