Peneliti Universitas Toronto Sebut Konten Edukasi ADHD Bisa Bikin Orang Salah Menilai Kondisi Diri

Apa yang terjadi jika edukasi ADHD membuat sel-diagnosis salah berpikir jika gangguan yang dialami adalah hal normal?

Diterbitkan 15 November 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ottawa - Di era yang mudah mendapatkan banyak konten, terutama kesehatan mental, mencintai diri sendiri, dan edukasi lainnya berisiko membuat kepercayaan seseorang rapuh karena membandingkan diri mereka dengan standar yang tidak realistas.

Sebuah studi baru dari Universitas Toronto mengatakan bahwa edukasi memang sangat penting, tetapi dapat memicu keyakinan yang salah bahwa masalah umum yang dihadapi orang dewasa, seperti kelelahan dan mudah tersinggung dianggap sebagai gejala ADHD.

Alih-alih membantu mereka, berbagai konten dengan konteks gangguan mental dapat membuat beberapa orang salah menilai diri sendiri.

Pelajaran tentang efek nocebo juga menjadi masalah yang mudah tersinggung, kelelahan, dan konsentrasi yang buruk sering dialami oleh kalangan anak muda, salah satu hal yang normal dan bukan tanda-tanda ADHD, dikutip dari laman Independent, Sabtu (15/11/2025).

Dalam percobaanya, 215 peserta dewasa muda yang tidak memiliki gangguan ADHD sebelumnya dibagi menjadi beberapa kelompok.

Beberapa peserta ditugaskan untuk menghadiri lokakarya tentang ADHD, sementara sebagian yang lain belajar tentang efek nocebo, yaitu ekspektasi negatif yang membuat diri sendiri merasa lebih buruk seseorang.

Salah Diagnosis

Penulis utama studi tersebut, Dasha Sandra, menyampaikan bahwa anak mudah tidak boleh berkecil hati untuk mencari bantuan, dan ia percaya bahwa edukasi kesehatan mental yang disempurnakan dapat menjelaskan lebih banyak konteks mengenai gejalanya.

Hasil dari percobaan sebelumnya menunjukkan bahwa mereka yang menerima edukasi kesadaran ADHD memiliki keyakinan yang lebih kuat bahwa mereka menderita gangguan.

Jumlah orang yang menilai diri mereka sendiri meningkat dari 30 menjadi 60 persen, dan tetap di angka 50 persen seminggu kemudian.

 

Belajar Edukasi ADHD

Sandra menekankan bahwa kesadaran ADHD tetap penting dan dukungan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala tersebut.

"Kami tidak mengatakan akan kesehatan mental umumnya buruk. Manfaat positifnya telah terdokumentasi dengan baik. Kuncinya adalah seberapa besar jenis dukungan yang harus diberikan sehingga hal-hal normal tidak salah diartikan sebagai gejala gangguan mental," ujarnya.

Data lain juga terdaftar di Inggris, dengan sekitar 2,6 juta orang mengalami gangguan ADHD. Pada bulan Maret, 20.000 orang baru dirujuk untuk penilaian ADHD, yang meningkat 13,5 persen dari tahun sebelumnya.

Banyaknya orang yang mengalami ADHD memang meningkat, tetapi pentingnya pemahaman dan mencari evaluasi dari profesional agar tidak salah mengartikan.

Edukasi yang tepat dan konteks yang jelas dapat membantu mereka mengenali bahwa tidak semua rasa lelah hingga menganggap munculnya gejala lain adalah ADHD.

Â