Viral, Tiga Hakim Jual Kepiting demi Ringankan Utang Debitur Satu Keluarga di China

Demi membantu debitur melunasi utangnya kepada penggugat, ketiga pengadilan di China turun langsung ke lapangan dengan menjual kepiting melalui siaran live.

Diterbitkan 10 November 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Pada 31 Oktober lalu, para penonton live dibuat heboh dengan hakim di China menjual kepiting untuk membantu keluarga yang gagal dalam bisnis untuk membayar utang.

Sesi siaran yang berlangsung tersebut menarik lebih dari 200.000 penonton yang kebingungan melihat para petinggi semangat berpasitipasi.

Tiga hakim di Pengadilan Rakyat Distrik Gaochun, Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, melaksanakan tugasnya menjual kepiting secara live yang diselenggarakan oleh akun resmi Pengadilan Rakyat Menengah. Debitur yang dibantu adalah Qiu Lan, di mana keluarganya telah terlilit utang selama satu dekade, dikutip dari laman SCMP, Senin (10/11/2025).

Orang tuanya dulu menjalankan bisnis pengiriman barang, tetapi kecelakaan lalu lintas yang dialami ibunya pada 2015 menyebabkan keluarga ini memiliki utang yang cukup besar. Biaya ganti rugi dari kecelakaan tersebut harus membayar sebesar 260.000 yuan (sekitar Rp1,4 miliar) kepada penggugat.

Sehingga pengadilan Gaochun turut membantu keluarga Qiu, yang kini dapat membayar utang secara mencicil melalui bisnis budidaya kepiting.

Namun, bukan keuntungan yang mereka dapatkan selama bertahun-tahun, kurangnya pengetahuan profesional membuat mereka hanya mendapatkan kerugian.

Meskipun menghadapi kesulitan dan semakin lama utang mereka meningkat menjadi 800.000 yuan (sekitar Rp1,84 miliar). Mereka selalu menepati janji dengan membayar sekitar 28.000 yuan (sekitar Rp65,6 juta) kepada para kreditor setiap tahun.

Pada bulan September tahun ini, mereka mengajukan permohonan kebangkrutan pribadi ke pangadilan Gaochun.

Mendapatkan permintaan langsung oleh keluarga Qiu, pengadilan memeriksa rekening bank mereka dan melakukan kunjungan lapangan ke tambak kepitingnya untuk memastikan permohonan kebangkrutan mereka sah.

Selanjutnya, pengadilan masih membantunya dengan menghubungi para kreditor, dengan suara setuju untuk menawarkan diskon 10 persen jika utang dilunasi.

Pertolong yang diberikan pun belum berhenti, pengadilan menghubungkan keluarga dengan seorang ahli budidaya kepiting agar mereka dapat memanen tahun ini.

 

Aksi Hakim

Menurut National Business Daily, persetujuan dengan ahli budidaya kepiting tersebut membuat kondisi keluarga Qiu membaik.

Bahkan dalam sesi live yang berlangsung selama dua setengah jam, lebih dari 100 pesanan terjual dan hasil penjualan mereka disimpan ke rekening escrow pengadilan untuk membayar utang.

Selain membantu secara finansial, pengadilan mengatakan bahwa kegiatannya berkontribusi dalam menjual kepiting bukan dikarenakan hanya melaksanakan slogan "melayani rakyat," tetapi salah satu janji nyata yang juga memberi contoh bagaimana literasi hukum dapat diterapkan secara praktis.

Program ini bertujuan untuk membantu para debitur melunasi utang dengan bermartabat, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pengelolaan utang dan kebangkrutan pribadi di Tiongkok.