Jurnalis Meksiko Peliput Kartel Narkoba Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Ada Catatan Misterius di Jasadnya

Kematian Beltran menambah panjang daftar jurnalis yang tewas di Meksiko sepanjang tahun ini.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 10:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kota Meksiko - Seorang jurnalis asal Meksiko yang kerap meliput aktivitas kartel narkoba ditemukan tewas pada hari Sabtu (25/10/2025) di sebuah jalan raya, dengan sebuah catatan tergeletak di samping tubuhnya. Kabar ini dilaporkan oleh media tempatnya bekerja.

Menurut situs berita Contexto de Durango, jasad Miguel Angel Beltran ditemukan dalam keadaan terbungkus selimut di jalan raya yang menghubungkan Negara bagian Durango dengan Mazatlan, kota di Negara Bagian Sinaloa yang dikenal sebagai wilayah yang dikuasai kartel narkoba. 

Beltran diidentifikasi oleh putranya, yang terakhir kali melihat sang ayah pada hari Kamis (23/10) ketika mereka berangkat kerja bersama.

Di dekat jasadnya ditemukan sebuah catatan yang, menurut laporan media lokal, bertuliskan: "Karena menyebarkan tuduhan palsu terhadap rakyat Durango."

Melansir CNN, catatan seperti ini kerap ditinggalkan oleh kartel sebagai bentuk peringatan bagi siapa pun yang berani menentang mereka. 

Sepanjang kariernya, Beltran bekerja untuk sejumlah media, termasuk Contexto, dan juga mengelola sebuah blog serta akun TikTok yang berfokus pada berita-berita kejahatan dan topik sosial lainnya. Beberapa hari sebelum kematiannya, ia sempat mengunggah video di TikTok mengenai penangkapan seorang tersangka pemimpin geng.

"Kami sangat berduka atas kepergian rekan jurnalis kami, Miguel Angel Beltran. Tim Contexto de Durango turut merasakan kesedihan mendalam yang dialami keluarga dan teman-temannya, serta mendoakan agar mereka diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan yang tak tergantikan ini," demikian ungkapan belasungkawa Contexto de Durango.

Menurut Reporters Without Borders, Meksiko merupakan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Beltran menjadi jurnalis kesembilan yang terbunuh di negara tersebut sepanjang tahun ini.

Inter American Press Association mengecam keras pembunuhan Beltran dan mendesak pihak berwenang untuk memastikan agar kasus ini tidak dibiarkan tanpa hukuman.