Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) berencana menyalurkan sumbangan sebesar USD 130 juta dari seorang sekutu Presiden Donald Trump untuk membayar gaji anggota militer selama penutupan pemerintahan (government shutdown). Demikian dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada hari Jumat (24/10/2025).
"Donasi tersebut diberikan dengan syarat bahwa dana itu digunakan untuk menutupi biaya gaji dan tunjangan personel militer," kata juru bicara utama Pentagon Sean Parnell dalam pernyataannya kepada CNN.
Ia menambahkan bahwa dana itu diterima berdasarkan wewenang umum kementerian untuk menerima hadiah.  Â
Advertisement
Langkah ini menandai penyimpangan yang mencolok dari prosedur pemerintahan yang lazim untuk mendanai militer, yang secara tradisional bergantung pada dana publik yang disetujui oleh kongres. Tindakan ini juga langsung memunculkan pertanyaan tentang identitas dan motif sang donatur yang menulis cek dengan nilai sembilan digit untuk pemerintah.
Sumbangan sebesar USD 130 juta itu kemungkinan tidak akan berdampak besar terhadap penutupan biaya gaji sekitar 1,3 juta personel aktif militer karena jika dibagi rata hanya menghasilkan sekitar USD 100 per anggota.
Para penyusun anggaran di kongres dari kedua partai pada hari Jumat (24/10) mengatakan bahwa mereka sedang mencari lebih banyak informasi dari pemerintahan terkait rincian donasi tersebut, namun hingga kini belum menerima penjelasan apa pun.
Pihak Demokrat juga menyuarakan kekhawatiran tentang legalitasnya, dengan menyatakan bahwa wewenang penerimaan hadiah yang disebutkan Pentagon hanya mengizinkan penerimaan donasi untuk sejumlah tujuan tertentu — seperti mendanai sekolah militer, rumah sakit, pemakaman, atau untuk membantu tentara yang terluka serta tanggungan dari mereka yang terluka atau gugur dalam tugas. Donasi juga dapat dikenakan pembatasan tambahan yang lebih ketat jika berasal dari pemerintah atau organisasi asing.
"Penggunaan donasi anonim untuk mendanai militer kita menimbulkan pertanyaan yang mengkhawatirkan: apakah pasukan kita sendiri berisiko secara harfiah 'dibeli dan dibayar' oleh kekuatan asing," tutur Senator Delaware Chris Coons, anggota Demokrat teratas di subkomite alokasi pertahanan Senat.
Â
Â
Â
Misteri Donatur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748581/original/016857400_1552342962-penatagon.jpg)
Para ahli anggaran juga mempertanyakan apakah penggunaan donasi untuk membayar anggota militer melanggar Undang-Undang Antideficiency (Antideficiency Act), yang melarang lembaga federal menggunakan dana melebihi alokasi yang telah ditetapkan. Partai Demokrat menuduh pemerintahan ini beberapa kali melanggar undang-undang tersebut selama penutupan pemerintahan, termasuk dalam keputusan untuk memberhentikan ribuan pegawai federal.
"Undang-Undang Antideficiency secara eksplisit menyatakan bahwa donasi pribadi tidak dapat digunakan untuk menutupi kekurangan akibat penghentian alokasi anggaran," kata Bill Hoagland, mantan penasihat anggaran Partai Republik di Senat yang kini menjabat sebagai wakil presiden senior di Bipartisan Policy Center.
"Saya rasa mereka boleh menerimanya, tapi mereka tidak boleh menggunakannya untuk tujuan itu karena undang-undangnya sangat jelas."
Trump pada hari Kamis (23/10) memuji sumbangan sebesar USD 130 juta tersebut, yang ia sebut berasal dari "seorang teman saya dengan tujuan menutupi kekurangan dana militer". Ia menolak mengungkap identitas sang donatur, dengan alasan bahwa dia sebenarnya tidak ingin mendapat pengakuan.
Menanggapi pertanyaan mengenai identitas sang donatur dan apakah dia memiliki hubungan dengan entitas atau kepentingan asing, seorang juru bicara Gedung Putih merujuk pertanyaan tersebut kepada Pentagon dan Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Pentagon kemudian mengembalikan pertanyaan itu ke Gedung Putih. Kementerian Keuangan Amerika Serikat tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pentagon menyebut donasi ini sebagai kontribusi "anonim" dan juga tidak menanggapi pertanyaan mengenai apakah mereka berencana memberi penjelasan kepada kongres tentang rincian penggunaannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4856410/original/085614500_1717749518-20240512_112214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569338/original/021384800_1777438673-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720554/original/060197100_1782813704-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715568/original/030962100_1782809839-IMG_0030.webp)