21 Oktober Diperingati sebagai Hari Nacho Sedunia, Apa Maknanya?

Seperti apa sejarah di balik hari Nacho sedunia?

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seiring berjalannya waktu, berbagai makanan punya hari spesial untuk dirayakan—dan kini, camilan renyah khas Meksiko juga punya momennya sendiri.

Hari Nacho Sedunia bukan sekadar ajang makan keju dan keripik jagung, tapi juga perayaan sejarah dan kreativitas di balik lahirnya makanan sederhana yang mendunia ini, dilansir dari Days of the Year, Selasa (21/20/2025).

Meski tortilla sudah dikenal selama ribuan tahun, nacho justru merupakan penemuan yang relatif baru.

Perayaan ini dibuat untuk mengenang asal-usul hidangan yang lahir dari improvisasi seorang koki Meksiko pada 1940-an.

Asal-usul Hari Nacho Sedunia

Ceritanya bermula dari seorang koki bernama Ignacia "Nacho" Anaya yang bekerja di restoran dekat perbatasan utara Meksiko.

Suatu malam, beberapa tentara Amerika datang ketika bahan makanan hampir habis.

Untuk menyiasatinya, Anaya memotong tortilla jagung, menggorengnya, lalu menambahkan keju parut dan jalapeño acar di atasnya.

Hasilnya disukai para tamu dan sejak itu dikenal dengan nama julukannya, Nacho.

Seiring waktu, nacho semakin populer. Pada tahun 1970-an, camilan ini menjelma menjadi bagian dari budaya pop kuliner Amerika.

Versi cepat sajinya muncul di pameran negara bagian, stadion olahraga, hingga bioskop, disajikan dengan keju leleh hangat.

Popularitasnya semakin meroket setelah penyiar olahraga Howard Cosell menyebut nacho secara langsung saat pertandingan Dallas Cowboys tahun 1978.

Sejak itu, makanan ini resmi menembus berbagai tempat—dari toko serba ada sampai kantin sekolah.

Kini, Hari Nacho Sedunia dirayakan setiap tahun untuk menghormati kreativitas sederhana yang melahirkan kebahagiaan di meja makan banyak orang.

Lebih dari sekadar makanan, nacho menjadi simbol bagaimana ide kecil bisa membawa dampak besar di seluruh dunia.