21 Oktober 1967: Ribuan Warga AS Turun ke Jalan Protes Perang Vietnam

Bagaimana pemerintah AS meredam kemarahan pengunjuk rasa terkait keterlibatannya dalam perang Vietnam?

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Hampir sekitar 10.000 orang berkumpul untuk memprotes upaya Amerika Serikat dalam Perang Vietnam pada musim panas 21 Oktober 1967.

Pengunjuk rasa yang turun ke jalan ini menuju Pentagon, lebih dari 50.000 penuntut terhadap konflik untuk segera diakhiri, dilansir dari History.com, Selasa (21/10/2025).

Aksi ini menjadi bukti dukungan publik terhadap Perang Vietnam di bawah pemerintahan Presiden Lyndon Johnson yang mulai memudar.

Protes yang terjadi pada tahun 1967 ini dikarenakan dukungan Amerika Serikat terhadap perang turun di bawah 50 persen.

Tetapi suasana semakin memanas dengan Presiden Lyndon Johnson.

Ia mengumumkan rencana kenaikan pajak sebesar 10 persen untuk menandai Perang Vietnam, sehingga skeptisisme publik meningkat.

Gerakan perdamaian pun semakin meningkat terhadap pemerintah untuk segera mengakhiri konflik tersebut.

Salah satu aksinya dengan pawai di Washington, yang menjadi simbol paling kuat dari komitmen para pengunjuk rasa untuk menuntut perdamaian.

Upaya Propaganda Johnson

Dalam menanggapi hal ini, pemerintahan Johnson meluncurkan kampanye propaganda besar-besaran untuk memulihkan kepercayaan publik.

Presiden bahkan memanggil Jenderal William Westmoreland, komandan pasukan AS di Vietnam, kembali ke Amerika Serikat untuk berpidato di hadapan Kongres dan publik.

Upaya tersebut sempat berhasil meredam kritik terhadap perang yang sedang terjadi.

Namun, serangan Tet di awal tahun 1968 menghancurkan sebagian besar kredibilitas pemerintahan terkait Perang Vietnam.

Protes ini juga menunjukkan bahwa konsensus Perang Dingin dosmetik mulai retak.

Bahkan banyak pengunjuk rasa tidak hanya mempertanyakan tindakan Amerika di Vietnam, tetapi juga mempertanyakan dasar dari kebijakan luar negeri AS selama era Perang Dingin.

Â