Taiwan Perkuat Pertahanan Udara lewat Sistem Terpadu T-Dome

Seperti apa T-Dome yang dirancang Taiwan? Berikut ulasannya.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 09:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Senin (13/10/2025) menyatakan bahwa sistem pertahanan udara baru bernama T-Dome akan dirancang untuk menciptakan mekanisme sensor-ke-penembak yang lebih efisien dan terintegrasi. Tujuannya adalah meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencegat ancaman udara.

Pemerintah Taiwan berencana mengajukan anggaran khusus pada akhir tahun untuk merinci pengeluaran yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem ini.

Sistem T-Dome pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Taiwan Lai Ching-te pada Jumat (10/10). Dia menjelaskan bahwa sistem berlapis ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk memodernisasi militer agar Taiwan mampu menghadapi ancaman dari China, yang menganggap pulau itu sebagai wilayahnya sendiri dan terus meningkatkan tekanan militer serta politik.

Dalam penjelasannya di parlemen Taipei, Koo mengatakan bahwa konsep sensor-ke-penembak berarti menghubungkan berbagai sistem pendeteksi dan penembak agar bisa bekerja secara terpadu dan merespons target musuh lebih cepat dan lebih tepat.

"Jika integrasi itu tercapai, kemungkinan keberhasilan dalam mencegat target akan meningkat. Kita juga bisa melakukan koordinasi kekuatan tembak dengan lebih efisien serta mengatur sumber daya dengan lebih baik," ujar Koo seperti dikutip dari CNA.

Konsep ini sejalan dengan apa yang tengah dikembangkan oleh militer Amerika Serikat (AS) melalui program Combined Joint All-Domain Command and Control (CJADC2), yang juga bertujuan menghubungkan sensor dan sistem penembak dalam satu jaringan terpadu.

Integrasi Sistem Pertahanan dan Strategi Asimetris Taiwan

Saat ini, pertahanan udara Taiwan masih bertumpu pada rudal Patriot buatan AS, rudal Sky Bow buatan dalam negeri, serta rudal Stinger untuk pencegatan di ketinggian rendah. Taiwan juga sedang mengembangkan rudal Chiang-Kong yang dirancang untuk pencegatan di ketinggian tinggi.

Koo menegaskan bahwa integrasi berbagai kemampuan—anti-rudal, anti-pesawat, dan anti-drone—sangat penting agar pencegatan dapat dilakukan secara efisien.

"Kami akan memprioritaskan pengadaan peralatan yang memiliki mobilitas tinggi dan daya bertahan besar," tambahnya.

Menurut Koo, T-Dome juga merupakan bagian dari strategi pertahanan asimetris Taiwan, yakni cara menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar—seperti militer China—dengan menjadikan pasukan Taiwan lebih gesit, lincah, dan mampu memberikan serangan yang lebih tepat sasaran.

Presiden Lai, yang menolak klaim kedaulatan China atas Taiwan, telah berjanji akan meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030.

Sementara itu, di pihak lain, meskipun China terus memperkuat militernya dengan mengembangkan pesawat tempur siluman dan kapal induk baru, angkatan bersenjata negara itu kini juga tengah menghadapi gelombang pemberantasan korupsi besar-besaran di dalam tubuh militernya.