Krisis Politik Prancis Belum Reda, Lecornu Kembali Jadi Perdana Menteri Beberapa Hari Setelah Mundur

Apa yang membuat Lecornu mau kembali menjabat sebagai PM Prancis setelah sempat mengumumkan mundur?

Diterbitkan 12 Oktober 2025, 18:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Perdana menteri Prancis yang baru saja diangkat kembali mengakui pada hari Sabtu (11/10/2025) bahwa sepertinya tidak banyak yang mau berada di posisinya — dan bahwa dia mungkin tidak akan bertahan lama di jabatan itu mengingat perpecahan politik yang mendalam. 

Sebastien Lecornu, yang ditunjuk kembali oleh Presiden Emmanuel Macron pada Jumat (10/10) malam setelah sepekan kekacauan politik, menyerukan ketenangan dan dukungan dari partai-partai politik untuk menghasilkan anggaran bagi ekonomi terbesar kedua di Uni Eropa sebelum tenggat waktu yang semakin dekat.

Kekacauan politik itu dipicu oleh kebuntuan parlemen dalam pembahasan anggaran negara serta meningkatnya tekanan oposisi terhadap pemerintahan minoritas Macron. Blok sentris yang dipimpinnya menghadapi semakin banyak kritik, bahkan dari dalam kubunya sendiri. 

Penunjukan kembali Lecornu dianggap sebagai langkah terakhir Macron untuk memulihkan stabilitas di sisa masa jabatannya hingga 2027.

Namun para rival, mulai dari kubu sayap kanan ekstrem hingga sayap kiri, mengecam keputusan Macron. Lecornu tercatat merupakan perdana menteri keempat Prancis hanya dalam waktu setahun.

Prancis sedang berjuang menghadapi tantangan ekonomi yang meningkat dan utang yang membengkak, sementara krisis politik yang terjadi memperparah kesulitan tersebut dan menimbulkan kekhawatiran di seluruh Uni Eropa.

"Saya tidak berpikir ada banyak calon," kata Lecornu kepada para wartawan pada Sabtu seperti dikutip dari Associated Press saat berkunjung ke sebuah kantor polisi di pinggiran Kota Paris, L'Hay-les-Roses.

Alasan Mau Menjabat Kembali

Lecornu, yang mengundurkan diri pada Senin setelah hanya sebulan menjabat, mengatakan dia setuju untuk kembali menjabat karena adanya kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi keuangan bagi Prancis. Dia menilai situasi fiskal yang genting tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sementara perdebatan politik terus buntu di parlemen.

Namun, Lecornu menyatakan bahwa dirinya hanya akan bertahan selama kondisinya terpenuhi, dan mengakui risiko bahwa dia bisa dijatuhkan melalui mosi tidak percaya oleh parlemen yang terpecah.

"Entah kekuatan-kekuatan politik membantu saya dan kita saling mendukung ... atau tidak," ujarnya.

Dia tidak mengatakan kapan dia berencana membentuk pemerintahan baru atau siapa saja yang akan masuk ke dalamnya, namun menegaskan bahwa pemerintahan itu tidak akan mencakup siapa pun yang tengah mengincar pemilihan presiden tahun 2027. Dia juga tidak menanggapi tuntutan oposisi untuk membatalkan undang-undang menaikkan usia pensiun yang kontroversial.

Selama setahun terakhir, pemerintahan minoritas Macron yang berturut-turut telah runtuh dengan cepat, membuat Prancis terjerumus ke dalam kebuntuan politik di tengah krisis utang yang membuat pasar dan mitra-mitra Uni Eropa khawatir, serta meningkatnya angka kemiskinan.