Cuaca Ekstrem Nepal, 44 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor hingga Tersambar Petir

Hujan lebat akhir pekan ini terjadi di penghujung musim monsun Nepal, yang biasanya dimulai pada bulan Juni dan berakhir pada pertengahan September.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 11:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kathmandu - Tanah longsor, sambaran petir, dan banjir yang dipicu oleh hujan deras menewaskan sedikitnya 44 orang di Nepal pada hari Minggu (5/10/2025), sementara lima orang lainnya dilaporkan hilang.

Menurut Badan Nasional Pengurangan dan Penanggulangan Risiko Bencana Nepal seperti dilansir AP, mereka yang tewas termasuk sedikitnya 37 orang di distrik pegunungan timur Illam, tempat seluruh desa tersapu oleh tanah longsor. Beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Hujan lebat telah turun sejak Jumat (3/10) di distrik yang berbatasan dengan India dan dikenal sebagai daerah penghasil teh tersebut.

"Enam orang dalam satu keluarga tewas ketika tanah longsor menimpa rumah mereka saat mereka sedang tidur," kata pejabat administrasi Illam Bholanath Guragai.

Hujan yang terus turun menghambat upaya untuk mencapai desa-desa tersebut karena banyak jalan tersapu atau tertutup akibat longsor.

Pemerintah mengatakan helikopter juga dikerahkan untuk mengevakuasi orang-orang yang membutuhkan perawatan medis, sementara pasukan darat membantu memindahkan warga ke area yang lebih aman.

Satu orang tewas akibat tanah longsor di distrik yang berdekatan.

Tiga orang di distrik lain tewas tersambar petir, sementara tiga lainnya meninggal akibat banjir di wilayah selatan Nepal.

Libur Nasional

Pemerintah Nepal mengeluarkan peringatan hujan lebat di bagian timur dan tengah negara itu dari Sabtu (4/10) hingga Senin (6/10), serta menutup sejumlah jalan raya utama. Semua penerbangan domestik dihentikan pada hari Sabtu oleh otoritas penerbangan karena hujan deras dan jarak pandang yang buruk, namun dibuka kembali pada hari Minggu.

Jalan raya utama yang menghubungkan ibu kota Kathmandu dengan wilayah lain ditutup oleh pihak berwenang karena beberapa bagian tertutup longsor dan bagian lainnya ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Menjelang Minggu malam, salah satu jalur telah dibuka sebagian untuk lalu lintas.

Penutupan jalan dan transportasi ini terjadi ketika ratusan ribu orang sedang dalam perjalanan kembali ke Kathmandu setelah merayakan Dashain, festival terbesar di negara pegunungan tersebut. Kamis (2/10) adalah hari puncak dari festival dua minggu itu, ketika masyarakat pulang ke desa asal mereka untuk berkumpul bersama keluarga.

Pada hari Minggu, jalan raya dipadati kendaraan sementara pemerintah menilai situasi yang terjadi.

Di Kathmandu, beberapa area di dekat sungai mengalami banjir, namun tidak ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa.

Pemerintah menetapkan hari libur nasional hingga Senin akibat hujan lebat yang terus mengguyur.

Tawaran Bantuan dari Negara Tetangga

India, negara tetangga yang mengelilingi Nepal di tiga sisi, telah menawarkan bantuan.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan di platform X bahwa kehilangan nyawa dan kerusakan akibat hujan lebat di Nepal sangat memprihatinkan.

"Kami berdiri bersama rakyat dan Pemerintah Nepal di masa sulit ini," tulisnya. "Sebagai tetangga yang bersahabat dan negara yang tanggap memberikan bantuan, India berkomitmen untuk memberikan segala bentuk bantuan yang dibutuhkan."

Belum ada komentar dari pihak Nepal terkait tawaran tersebut.

Â