AS Pertimbangkan Permintaan Ukraina untuk Kirim Rudal Jarak Jauh Tomahawk

Rudal Tomahawk memiliki jangkauan hingga 2.500 km (1.550 mil).

Diterbitkan 29 September 2025, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Amerika Serikat tengah menimbang permintaan Ukraina untuk memperoleh rudal jarak jauh Tomahawk dalam upayanya melawan agresi Rusia. Hal itu disampaikan Wakil Presiden AS, JD Vance, pada Minggu (28/9/2025).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya meminta Washington agar menjual rudal Tomahawk ke negara-negara Eropa, yang kemudian akan mengirimkannya ke Ukraina.

Menurut Vance dalam program Fox News Sunday, Presiden Donald Trump akan mengambil “keputusan akhir” terkait persetujuan kesepakatan tersebut, dikutip dari laman alarabiya, Senin (29/9).

“Kami tentu saja sedang mempertimbangkan sejumlah permintaan dari mitra Eropa,” ujar Vance.

Rudal Tomahawk memiliki jangkauan hingga 2.500 km (1.550 mil) dan dinilai bisa menjadi senjata penting bagi Ukraina untuk menghadapi serangan rudal maupun drone Rusia yang terus menggempur wilayahnya. Namun, langkah ini hampir pasti akan dianggap Moskow sebagai eskalasi konflik.

Trump sebelumnya menolak permintaan serupa dari Ukraina, meski belakangan ia disebut frustrasi dengan sikap Presiden Rusia Vladimir Putin yang enggan menyetujui kesepakatan damai.

Vance juga menambahkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina saat ini mengalami kebuntuan, dengan minimnya perolehan wilayah baru.

“Kami sejak awal pemerintahan aktif mendorong perdamaian, tetapi Rusia harus menyadari kenyataan. Banyak nyawa hilang, sementara hasilnya tidak sepadan,” tegasnya.