Penembakan Brutal di Gereja Michigan: 4 Tewas, Gedung Dibakar

Siapa pelaku penembakan dan bagaimana kondisinya saat ini?

Diterbitkan 29 September 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Setidaknya empat orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah seorang pria bersenjata menabrakkan mobilnya ke sebuah gereja di Michigan, melepaskan tembakan, lalu membakar bangunan tersebut.

Insiden terjadi pada Minggu pagi di Gereja Yesus Kristus di Grand Blanc, sekitar 100 kilometer barat laut Detroit. Saat itu, ratusan jemaat sedang menghadiri kebaktian.

Pelaku diidentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford, pria 40 tahun asal Burton, Michigan. Ia tewas ditembak polisi di area parkir gereja, hanya delapan menit setelah aksi brutalnya dimulai, dikutip dari laman BBC, Senin (29/9/2025).

"Kami tengah menyelidiki insiden ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan, meski motifnya masih belum jelas," kata Kepala Polisi Grand Blanc, William Renye, dalam konferensi pers.

Menurut Renye, dua korban meninggal akibat luka tembak. Api yang dipicu setelah penembakan juga menghancurkan sebagian besar bangunan, sementara beberapa orang dilaporkan masih hilang.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 10.25 waktu setempat, ketika Sanford menabrakkan kendaraannya ke dalam gedung. Ia lalu keluar dengan senapan serbu dan menembakkan peluru ke arah jemaat. Polisi segera merespons dan baku tembak pun terjadi. Sanford akhirnya dilumpuhkan dan dinyatakan tewas pukul 10.33.

"Kami masih menelusuri asal mula api, tapi indikasi awal menunjukkan pelaku sengaja menyalakannya," ujar Renye.

FBI kini memimpin penyelidikan, mengerahkan tim tanggap krisis, teknisi bom, dan ratusan agen untuk memeriksa lokasi, termasuk properti pribadi Sanford dan catatan telepon selulernya.

Selain itu, polisi negara bagian Michigan juga menangani laporan ancaman bom di beberapa lokasi lain. "Kami sudah mengamankan dan memastikan area-area tersebut aman," kata juru bicara Kim Vetter.

 

Respons Donald Trump

Gereja Yesus Kristus mengonfirmasi insiden tersebut.

"Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat ibadah berlangsung, dan banyak yang terluka. Kami berdoa bagi kedamaian dan kesembuhan semua pihak yang terdampak," demikian pernyataan resmi mereka.

Presiden Donald Trump menyebut penembakan ini sebagai "serangan terarah lainnya terhadap umat Kristen di Amerika Serikat" melalui unggahannya di Truth Social, seraya menegaskan bahwa FBI akan memimpin penyelidikan federal.

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, juga menyatakan keprihatinannya. "Kekerasan di rumah ibadah sungguh memilukan dan mengerikan. Mari kita doakan para korban tragedi ini," tulisnya di X.

Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, mengecam keras insiden tersebut. "Kekerasan di mana pun, terlebih di tempat ibadah, sama sekali tidak bisa diterima," ujarnya.

Sementara itu, Mitt Romney—mantan senator dari Utah sekaligus tokoh terkemuka komunitas Mormon—menyebut penembakan ini sebagai tragedi besar. "Saudara-saudari saya di gereja menjadi korban kekerasan. Doa saya bersama mereka untuk pemulihan dan penghiburan."