Partai Baru di Jepang Angkat Karakter AI Jadi Pemimpin Usai Gagal pada Pemilu

Seperti apa cara kerja karakter AI ini dalam memimpin partai di Jepang?

Diterbitkan 18 September 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Sebuah partai politik baru di Jepang mengumumkan akan menunjuk kecerdasan buatan (AI) sebagai pemimpin mereka, setelah pendirinya mundur menyusul hasil buruk dalam pemilu.

Partai bernama Path to Rebirth itu diluncurkan pada Januari lalu oleh Shinji Ishimaru, mantan wali kota sebuah kota kecil di Jepang bagian barat. Partai ini dikenal tidak memiliki platform kebijakan resmi, dan para anggotanya diberi kebebasan untuk menentukan agenda politik masing-masing.

Ishimaru sempat mencuri perhatian pada Pemilihan Gubernur Tokyo 2024, ketika secara mengejutkan meraih posisi kedua berkat kampanye digital yang masif, dikutip dari Japan Times, Kamis (18/9/2025).

Namun, setelah partainya gagal meraih satu pun kursi dalam pemilu Majelis Tinggi tahun ini, ia memilih mengundurkan diri.

“Pemimpin baru partai ini adalah AI,” kata Koki Okumura, mahasiswa doktoral riset AI di Universitas Kyoto, dalam konferensi pers. Pemuda berusia 25 tahun itu menggambarkan dirinya sebagai “asisten” bagi pemimpin baru yang berbasis AI, sekaligus secara nominal memegang jabatan ketua partai.

Okumura menjelaskan, AI tidak akan mengarahkan kebijakan politik anggota partai, tetapi lebih difokuskan pada pengambilan keputusan teknis, misalnya pembagian sumber daya antaranggota. Detail mengenai bentuk, cara kerja, maupun waktu peluncuran AI tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Langkah ini menuai sorotan media, meski hingga kini partai Path to Rebirth belum menunjukkan prestasi elektoral. Pada Juni lalu, seluruh 42 kandidatnya kalah dalam pemilihan Majelis Tokyo. Hasil serupa juga terjadi pada Juli, ketika 10 kandidat partai gagal memenangkan kursi di Majelis Tinggi.