Pria China Derita Penyakit Mematikan, Wariskan Tabungan untuk Mantan Pacar

Bagaimana isi surat perpisahan yang ditulis sebelum meninggal?

Diterbitkan 16 September 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang pria di China yang sekarat meninggalkan tabungan hidupnya untuk mantan pacarnya yang juga tengah sakit. Ia juga menuliskan surat perpisahan yang menyentuh hati banyak orang di dunia maya.

Hu Xinyao (22) asal Chongqing, China barat daya, diketahui telah delapan tahun berjuang melawan penyakit pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gagal ginjal.

Tahun lalu, Hu bertemu dengan Xiao lewat seorang teman, dilaporkan media daratan Ziniu News. Xiao adalah seorang polisi bantu dari Mongolia Dalam, dikenal berhati lembut, pendiam, sekaligus penuh kebaikan.

Meski kondisi Hu berat, Xiao tetap merawatnya dengan penuh perhatian. Keduanya pun jatuh cinta dan menjalin hubungan. Namun, setelah dua bulan bersama, kondisi Hu makin memburuk hingga ia menerima beberapa pemberitahuan sakit kritis.

Dilanda rasa bersalah, Hu akhirnya memutuskan berpisah dari Xiao.

"Aku tidak bisa memberinya keluarga. Bersamaku hanya akan membuatnya terikat," ungkap Hu.

Surat Perpisahan

Setelah putus, Hu bertahan hidup sendirian dengan biaya medis besar mencapai 20 ribu yuan (sekitar Rp45 juta) per bulan. Ia mencari tambahan dengan berjualan jus buah dan menulis novel online.

Namun pada 31 Agustus, seorang teman Xiao datang membawa sepucuk surat dan uang 50 ribu yuan (sekitar Rp114 juta) untuk Hu. Saat itu barulah Hu mengetahui bahwa Xiao meninggal di usia 26 tahun akibat pankreatitis akut.

Dalam suratnya, Xiao menulis bahwa dua bulan bersama Hu adalah waktu paling berharga dan membahagiakan dalam hidupnya. Bahkan setelah berpisah, Xiao diam-diam membiayai pengobatan Hu setiap bulan.

Ia juga menyebut mimpi Hu untuk mendirikan rumah bagi pasien yang selalu ia dukung.

"Aku sudah memberikan semua tabunganku untuk mewujudkan mimpimu. Semoga tempat ini bisa membantu lebih banyak pasien dan menyelamatkan banyak nyawa," tulis Xiao.

Harapan yang Abadi

Hu kini tengah mencari tempat untuk menyewa dan membeli peralatan medis demi mewujudkan "rumah pasien" yang dijadwalkan buka pada Oktober.

Ia juga mengaku pernah merekam video pernikahan untuk Douyin, meski sadar itu hanya impian semu. Xiao menulis bahwa ia mengunduh Douyin hanya untuk menonton video tersebut.

"Kau terlihat sangat cantik. Aku menangis saat menontonnya. Sejujurnya, aku berharap bisa hadir untuk memberi restu," tulis Xiao.

"Aku diam-diam menonton videomu dengan gaun pengantin setidaknya 50 kali."

Xiao juga berpesan agar Hu terus berjuang.

"Seberat apa pun hidup, tolong terus bertahan dan jalani hidup untukku," tulisnya.

"Jika ada kehidupan lain, aku ingin bertemu denganmu lagi. Kali ini, aku akan tetap di sisimu lebih lama," tambahnya di akhir surat.

Hu mengaku gemetar dan menangis membaca surat itu.

"Dulu aku tidak percaya cinta, tapi sekarang aku percaya," ucapnya.

Ramai Diperbincangkan

Setelah menerima uang itu, Hu sempat ingin mengembalikan kepada orangtua Xiao, namun mereka menolak dan menghormati keinginan terakhir sang anak.

Hu hadir di kremasi Xiao dengan membawa bunga sebagai penghormatan terakhir.

"Sekarang aku menganggap orangtuanya sebagai orangtuaku sendiri. Selama aku hidup, aku akan merawat mereka sebaik mungkin," katanya.

Kisah cinta mereka langsung viral di media sosial Tiongkok, dengan unggahan terkait mencapai lebih dari 40 juta tayangan.

"Kata-kata Xiao membuatku menangis. Dia sangat setia dan baik hati. Terima kasih, Xiao, sudah menunjukkan arti cinta sejati," tulis seorang warganet.

"Hu, tolong bawa cinta Xiao dan jalani hidup dengan berani," tulis warganet lain.