Ibu Hamil di Uttar Pradesh Tewas Dipukuli Suami karena Masakan Terlalu Asin

Pasangan ini sempat terlibat perkelahian sebelum akhirnya terjadi insiden pembunuhan suami ke sang istri.

Diterbitkan 08 September 2025, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Seorang perempuan hamil berusia 25 tahun, Brajbala, meninggal dunia setelah diduga dipukuli suaminya hanya karena persoalan sepele: masakan yang dianggap terlalu asin.

Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Nagda Dhak, Distrik Kasganj, Uttar Pradesh, India, dikutip dari laman thelogicalindian, Senin (8/9/2025).

Menurut keterangan polisi, pertengkaran rumah tangga antara Brajbala dan suaminya, Ramu, memanas hingga berujung kekerasan. Dalam insiden itu, Brajbala terjatuh dari atap rumah dan mengalami luka parah.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit distrik, lalu dirujuk ke Aligarh Medical College karena kondisinya kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia pada Kamis (4/9).

Kepala Kepolisian Tambahan Kasganj, Rajesh Bharti, membenarkan bahwa kasus ini telah didaftarkan.

“Sebuah kasus telah kami buka terhadap Ramu, dan penyelidikan sedang berlangsung,” ujarnya.

Ramu sempat melarikan diri setelah kejadian, namun berhasil ditangkap warga desa dan diserahkan kepada polisi pada malam yang sama. Jenazah Brajbala juga sudah dikirim untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematian.

 

Riwayat Kekerasan dan Perselingkuhan

Keluarga Brajbala menuduh bahwa kekerasan bukan hal baru dalam rumah tangga pasangan ini. Mereka menyebut Ramu kerap bertindak kasar hanya karena hal sepele dan terlibat perselingkuhan.

Saudara laki-laki korban mengatakan, hubungan gelap Ramu dengan iparnya serta tuntutan mas kawin yang terus-menerus menjadi sumber pertengkaran sejak pernikahan lima tahun lalu.

Dalam laporan mereka kepada polisi, keluarga menyebut tiga orang terkait dugaan pelecehan dan kekerasan berulang yang dialami Brajbala.

Kasus ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di India, yang kerap berujung pada tragedi fatal.

Banyak pihak menyerukan perlunya langkah lebih tegas untuk melindungi perempuan dari kekerasan domestik, termasuk melalui penegakan hukum yang lebih ketat, dukungan bagi para penyintas, serta perubahan norma sosial yang masih membiarkan praktik kekerasan berlangsung.