Liputan6.com, Jakarta - Penembakan membabibuta terjadi di sebuah gereja di negara bagian Minneapolis, AS. Para saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan dalam insiden tersebut.
Pelaku melepaskan tembakan tak berearah di sebuah gereja tempat anak-anak sedang merayakan Misa pada Rabu pagi waktu setempat.
Seorang anak laki-laki menceritakan bagaimana ia dilindungi oleh seorang temannya yang juga tertembak di dalam gereja. Dalam insiden ini, dua anak tewas dan 17 lainnya luka-luka. FBI anggap aksi ini sebagai kejahatan kebencian anti-Katolik.
Advertisement
Pelakunya Robin Westman, 23 tahun. Dia tewas di tempat kejadian akibat luka tembak yang ia buat sendiri. Pihak berwenang belum mengetahui motif peristiwa tersebut.
Salah satu anak yang selamat, Weston Halsne, 10 tahun menjelaskan, seorang teman menyelamatkannya dari tembakan dengan cara berbaring di atasnya.
"Saya hanya berjarak dua kursi dari jendela kaca," katanya.
"Teman saya, Victor, menyelamatkan saya, karena dia berbaring di atas saya, tetapi dia tertembak,” tambahnya.
Ia melanjutkan: "Teman saya tertembak di punggung, dia pergi ke rumah sakit. Saya sangat khawatir, tetapi saya rasa sekarang dia baik-baik saja,” katanya lagi.
Weston mengatakan, ia dan teman-teman sekelasnya sudah terlatih dengan baik tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi penembakan. Tetapi tidak di lingkungan tempat mereka berada saat latihan.
"Kami berlatih setiap bulan, tetapi tidak di gereja, hanya di sekolah," katanya.
Kesaksian Warga Lokal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329875/original/002876800_1756343373-Untitled.jpg)
Tersangka Westman diyakini telah mendekati sisi Gereja Annunciation, yang juga merupakan lokasi sebuah sekolah, dan melepaskan puluhan tembakan melalui jendela menggunakan tiga senjata api. Polisi menemukan bom asap di tempat kejadian.
Para pejabat sedang menyelidiki apakah tembakan dilepaskan dari dalam gedung atau dari luar. Tidak ada selongsong peluru yang ditemukan di dalamnya.
Warga setempat menggambarkan kebingungan mereka ketika mendengar suara tembakan. Seorang pria, Mike Garrity, mengatakan kepada NBC News bahwa ia yakin itu adalah suara pistol paku.
Bill Bienemann, yang tinggal dua blok dari lokasi kejadian, berbicara kepada wartawan di dekat lokasi kejadian dan mengenang momen tersebut.
"Saya bilang tidak mungkin itu tembakan karena jumlahnya sangat banyak," terang Bill.
Warga setempat lainnya, PJ Mudd, yang sedang bekerja dari rumah pada Rabu pagi, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa ia mendengar tiga ledakan. "Tiba-tiba saya sadar itu penembakan,” terang Mudd.
Mudd kemudian berlari ke gereja, di mana ia melihat tiga selongsong peluru di tanah. Para saksi mata, termasuk Garrity, juga menggambarkan pemandangan mengerikan anak-anak yang keluar dari gereja dengan berlumuran darah.
Advertisement
'Jangan Tinggalkan Aku'
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329876/original/043627400_1756343515-Untitled.jpg)
Tetangga lainnya, Patrick Scallen, mengatakan kepada BBC, ia melihat tiga anak melarikan diri dari gedung. Salah satunya seorang gadis dengan luka di kepala.
"Dia terus berkata, tolong pegang tanganku, jangan tinggalkan aku, dan saya bilang saya tidak akan ke mana-mana,” jelas Scallen.
Seorang pengasuh anak yang bekerja di dekat lokasi kejadian mengatakan ia lega melihat beberapa anak meninggalkan gedung tanpa cedera. Tetapi ia tak bisa lupakan ekspresi wajah mereka yang keluar dari gereja.
"Anda melihat video daring, tetapi tidak ada bandingannya dengan melihat dan menyaksikannya secara langsung," ujar Madee Brandt kepada NBC. "Itu berat. Sungguh mengerikan,” tambahnya.
Ratusan orang menghadiri acara penghormatan terakhir untuk para korban pada Rabu malam di sekolah lain di dekatnya.
Mereka yang terluka dalam penembakan tersebut diperkirakan akan pulih, dan beberapa telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menawarkan bantuan. Trump kemudian mengatakan bendera AS akan dikibarkan setengah tiang di Gedung Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Paus Leo XIV, paus Amerika pertama, termasuk di antara mereka yang memberikan penghormatan kepada para korban muda, dengan mengatakan bahwa ia sangat berduka atas serangan tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884478/original/ACg8ocLi6ElW7OHVGDKlBsa6GtZL7gmP_Ob7rD3yhXnJ0oNnQBKIHq7-%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329877/original/003423800_1756343651-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8705450/original/044391200_1782780581-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627491/original/040270700_1782623225-1001405720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8280220/original/037197800_1782136665-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269611/original/029955900_1782119768-1001380964.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263963/original/010082000_1782037471-1001380963.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2523097/original/072242400_1544599817-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261298/original/006712100_1781693871-87523ec4-7114-4fd5-8652-359db3563077.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260621/original/027907400_1781613027-6ce92bc8-14db-4638-b329-c47e0b60b098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8256070/original/092804300_1781146919-penembakan-brutal-guncang-afrika-selatan-12-nyawa-melayang-6a7d5c.jpg)