Jet Tempur Malaysia Meledak dan Terbakar Sesaat Setelah Lepas Landas, Dua Awaknya Selamat

Penuturan saksi mata menggambarkan suara ledakan bak hantaman rudal.

Diperbarui 22 Agustus 2025, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Sebuah jet tempur militer Malaysia terlibat dalam sebuah insiden pada Kamis (21/8/2025) malam di Pangkalan Udara Kuantan. Demikian disampaikan oleh Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).

TUDM seperti dilansir Free Malaysia Today mengatakan insiden yang melibatkan pesawat F/A-18D Hornet itu terjadi pada pukul 21.05 malam di landasan Bandar Udara Sultan Haji Ahmad Shah, Kuantan, Pahang, yang berbagi fasilitas dengan pangkalan udara tersebut.

Pihak TUDM mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan laporan yang tidak terverifikasi mengenai insiden itu.

Sementara itu, New Straits Times melaporkan bahwa pilot dan awak sistem persenjataan jet tersebut berhasil keluar dengan selamat menggunakan kursi lontar.

Ketua Polisi Pahang Yahaya Othman mengonfirmasi bahwa keduanya dalam keadaan selamat dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Bernama, TUDM memiliki delapan unit pesawat tempur bermesin ganda F/A-18D Hornet yang diterima pada tahun 1997.

Sebuah video yang diyakini memperlihatkan jet tempur tersebut terbakar sesaat setelah lepas landas juga beredar di media sosial.

Kesaksian Warga

Seorang saksi mengatakan ledakan keras menyerupai hantaman rudal terdengar jelas di sekitar Bandar Udara Sultan Ahmad Shah (Pangkalan Udara Kuantan) dalam insiden jet tempur F/A-18D Hornet.

Mazlan Abdullah (61), yang saat itu berada di sebuah warung makan di seberang pangkalan udara, mengatakan dia mendengar dua kali ledakan dan melihat kobaran api dari area tersebut.

"Setelah ledakan pertama, saya melihat api di dalam kawasan bandara dengan asap mengepul. Orang-orang di sekitar juga berusaha melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ketika saya melihat ke arah landasan, terlihat api. Lalu terjadi ledakan kedua yang menyebabkan api semakin membesar dan juga tercium bau benda terbakar," ujar Mazlan seperti dilansir Bernama.

Sementara itu, insinyur elektrik Khairul Azli Syahmie Abdul Aziz (26), mengatakan dia juga mendengar ledakan dari rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari lokasi. Namun, dia mengabaikannya, mengira TUDM sedang mengadakan latihan.

"Ketika kemudian saya melihat di media sosial bahwa ada jet yang terlibat dalam insiden, saya tetap tidak pergi melihatnya karena saya dan istri mengira itu hanya latihan militer. Kadang-kadang memang ada latihan tentara di sini, jadi kami sudah terbiasa mendengar bunyi seperti itu," kata dia.