Putin ke Trump: Next Time in Moscow, Sinyal Pertemuan Lanjutan di Rusia?

Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Donald Trump untuk pertemuan berikutnya di Moskow usai KTT Alaska, menandai harapan kelanjutan diplomasi antara kedua pemimpin?

Diterbitkan 17 Agustus 2025, 10:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan frasa menarik "Next time in Moscow" kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pertemuan mereka di Joint Base Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, pada 16 Agustus 2025.

Pernyataan singkat namun penuh makna ini secara langsung mengisyaratkan undangan dari Putin agar pertemuan diplomatik selanjutnya antara kedua pemimpin dapat diselenggarakan di ibu kota Rusia.

Momen ini terjadi setelah konferensi pers bersama yang menandai berakhirnya KTT Alaska, pertemuan resmi ketujuh antara Putin dan Trump, serta yang pertama kali selama masa jabatan kedua Trump sebagai presiden. Frasa tersebut segera menarik perhatian global, memicu spekulasi mengenai masa depan hubungan antara dua kekuatan besar dunia.

Respons Trump terhadap undangan tersebut juga tidak kalah menarik, ia menyatakan, "Oh, itu menarik."

Pernyataan ini menunjukkan adanya kemungkinan bagi Trump untuk mempertimbangkan tawaran Putin, meskipun dengan potensi tantangan politik di dalam negeri.

KTT ini menjadi sorotan dunia karena merupakan pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Saat konferensi pers berakhir, Presiden Trump menyampaikan, "Kami akan berbicara dengan Anda segera dan mungkin akan bertemu lagi segera." Tanpa ragu, Putin langsung menimpali dalam bahasa Inggris, "Next time in Moscow." Momen ini menunjukkan inisiatif Putin untuk menjaga momentum dialog bilateral.

Reaksi Trump yang menyebutnya "menarik" namun berpotensi menimbulkan "tekanan" menggarisbawahi kompleksitas politik domestik yang mungkin ia hadapi jika menerima undangan tersebut. Namun, ia juga membuka kemungkinan dengan mengatakan "saya bisa melihatnya mungkin terjadi." Pertemuan ini sendiri berlangsung sekitar 2,5 jam, menunjukkan intensitas diskusi yang terjadi.

Hasil Pertemuan dan Diplomatik Putin

Meskipun KTT Alaska tidak menghasilkan kesepakatan langsung untuk mengakhiri perang di Ukraina, kedua pemimpin mengklaim adanya "kemajuan besar" dalam pembicaraan. Putin sendiri mengisyaratkan adanya "pemahaman" yang dicapai terkait isu Ukraina, meski Trump menegaskan bahwa "belum ada kesepakatan sampai ada kesepakatan."

Pertemuan ini secara luas dianggap sebagai "kemenangan diplomatik" bagi Vladimir Putin. Ia disambut dengan karpet merah dan jabat tangan hangat dari Donald Trump, menandai pertama kalinya Putin menginjakkan kaki di tanah Barat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Hal ini memberikan legitimasi dan panggung internasional bagi Putin di tengah isolasi yang dihadapinya.

Kehadiran Putin di Alaska dan interaksinya dengan Trump menunjukkan kesediaannya untuk terlibat dalam diplomasi tingkat tinggi. Terlepas dari hasil konkret, pertemuan ini berhasil membuka kembali jalur komunikasi langsung antara dua pemimpin yang memiliki pengaruh besar dalam geopolitik global.