Unik, Pasangan di Prancis Jual Tiket untuk Hadiri Pesta Pernikahannya

Apa yang melatarbelakangi pasangan pengantin di Prancis ini jual tiket masuk ke pernikahannya?

Diterbitkan 14 Agustus 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Bagi sebagian orang, undangan pernikahan adalah momen istimewa yang dinanti. Namun, pasangan di Eropa ini justru membalik konsep tersebut. Mereka menjual tiket masuk ke acara pernikahan mereka kepada orang asing.

Ide unik ini datang dari Katia Lekarski, pendiri startup Invitin, sebuah platform di Prancis tenggara yang menjual tiket masuk ke acara pernikahan. Awalnya, ia menyewakan rumahnya kepada tamu yang ternyata sedang menghadiri pesta pernikahan, dilansir dari Odditycentral, Kamis (14/8/2025).

Putrinya yang berusia lima tahun lalu bertanya, "Kenapa kita juga nggak diundang ke pesta pernikahan?"Dari situ, Katia terpikir bahwa banyak orang yang jarang sekali menerima undangan pernikahan.

Kalau tiketnya bisa dijual, pasangan pengantin bisa membantu menutup biaya resepsi, sementara ia mendapat komisi dari setiap transaksi.

Kini, Invitin sudah memiliki beberapa pasangan yang bersedia menjual tiket pernikahan mereka, serta banyak peminat yang rela membayar ratusan euro demi ikut merasakan suasana pesta.

 

Alasan Pembeli dan Penjual Tiket

Salah satu pembeli tiket adalah Laurene, seorang perempuan yang sengaja datang ke pesta pernikahan pasangan yang tidak ia kenal. Ia mengaku tertarik mencoba pengalaman unik ini.

"Saya pikir menjual tiket pernikahan kepada orang asing terdengar menarik,"kata Laurène, kepada The Guardian, media berita Inggris.

"Saya tidak punya keluarga besar, jadi jarang sekali diundang ke pernikahan. Seru rasanya bisa merasakan suasana dan tradisi berbeda, meski itu pesta orang asing. Saya penasaran melihat dekorasi dan musiknya, dan nanti kita akan berpesta di lantai dansa," tambahnya

Bagi sebagian pasangan, tiket itu dijual demi tambahan dana — wajar saja, mengingat biaya pernikahan tidaklah murah.

Namun, ada juga yang melakukannya karena penasaran. Jennifer (48) dan suaminya Paulo (50) akan mengundang sekitar 100 kerabat dan teman ke pernikahan mereka di sebuah manor pedesaan, jaraknya satu jam dari Paris, dan merasa seru kalau ada beberapa orang asing ikut hadir.

"Saya pikir,'wah, ini cukup gila', membiarkan orang yang tidak dikenal datang ke pernikahan,"kata Jennifer.

"Bukan hanya soal uang, karena jumlahnya tidak seberapa dibanding total biaya pernikahan, meski lumayan membantu untuk hal-hal seperti dekorasi dan gaun. Kami juga merasa ini bisa menyenangkan, dan kami tipe orang yang ekstrovert serta terbuka untuk berbagi,"tambahnya.

Undangan Melalui Aplikasi

Lewat aplikasi Invitin, pasangan bisa memilih siapa saja orang asing yang ingin mereka undang. Mereka juga tidak wajib berinteraksi langsung jika tidak mau.

"Pernikahan punya ekosistemnya sendiri, di mana para tamu akan mengobrol satu sama lain dengan sendirinya," ujar Lekarski.

Para tamu, di sisi lain, wajib mematuhi aturan ketat, seperti berpakaian rapi, datang tepat waktu, minum secara wajar, dan hanya membagikan foto dengan izin.

Konsep Serupa di Italia

Ternyata Prancis bukan satu-satunya negara yang punya konsep "bayar untuk menghadiri pernikahan".

Di Italia, startup Wedding Prive mematok harga hingga 5.000 euro (sekitar Rp94 juta) untuk ikut serta dalam pesta pernikahan tradisional sebagai pengalaman mewah.

Wisatawan kaya atau turis mancanegara bisa menghadiri pernikahan Italia, mempelajari tradisinya, hingga ikut langsung dalam ritual dan pembacaan janji.

Sementara itu, pasangan pengantin bisa menutup sebagian besar biaya resepsi.

"Ada juga yang ragu, wajar saja karena ini sesuatu yang baru," ujar Davide Genovesi, pendiri Wedding Privè, kepada Si Viaggia, media berita Italia.

"Itulah mengapa kami selalu menjelaskan langsung bagaimana konsepnya. Para tamu internasional akan didampingi pemandu yang menerjemahkan dan menjelaskan secara real-time, sekaligus menjaga kenyamanan pasangan pengantin agar acara mereka tetap lancar," tambahnya.

Harga yang dipatok Wedding Prive berkisar antara 1.000 hingga 5.000 euro (Rp18 juta sampai Rp94 juta)  per orang, tergantung seberapa terlibat tamu dalam acara. Sementara tiket Invitin di Prancis dijual mulai dari 150 hingga 400 euro (Rp2 juta sampai Rp3 juta) per tamu.