Panas Ekstrem Picu Prancis, Spanyol, dan Portugal Siaga Kebakaran Hutan

Sejumlah wilayah di Spanyol dan Portugal dilanda kebakaran aktif di tengah suhu yang 5–10 derajat Celsius lebih tinggi dari normal.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 18:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Eropa Selatan siaga tinggi karena panas ekstrem dan kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran hutan di Prancis, Spanyol, dan Portugal. Pihak berwenang pun mengeluarkan peringatan merah dan oranye serta mengerahkan pasukan pemadam kebakaran.

Menurut laporan penyiar berita Prancis BFM TV, Meteo-France menetapkan wilayah Aude di Prancis selatan dalam status siaga merah untuk kebakaran hutan pada Selasa (5/8/2025)—peringatan tertinggi—karena risiko yang sangat tinggi akibat suhu terik dan angin kering.

Wilayah sekitar Carcassonne, yang pada Juli lalu dilanda kebakaran besar, diperkirakan mengalami suhu yang melonjak hingga 35 derajat Celsius di Narbonne dan Castelnaudary.

Pada awal Juli, lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan lebih dari 2.000 hektare di Aude.

Sembilan departemen Prancis lainnya, termasuk Haute-Garonne, Herault, Gard, dan Bouches-du-Rhone, berada dalam status siaga oranye dengan risiko kebakaran yang tinggi.

Menurut Meteo-France seperti dilansir TRT, "Kondisi cuaca membuat risiko terjadinya dan menyebarnya kebakaran hutan dan vegetasi menjadi sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata musim panas."

Gelombang panas ini meluas melampaui Prancis.

Di Semenanjung Iberia, menurut Badan Meteorologi Spanyol (Aemet), suhu siang hari 5 hingga 10 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata musiman, dengan sejumlah wilayah di Spanyol berada dalam status siaga oranye.

"Gelombang panas ini kemungkinan akan berlangsung lama dan setidaknya bertahan hingga Minggu depan," kata Aemet di platform media sosial X.

Di Galicia, Spanyol, kebakaran di Vilardevos (Ourense) telah menghanguskan 570 hektare, namun menurut Unit Darurat Militer, api berhasil distabilkan pada Minggu (3/8) malam.

"Upaya pencegahan agar api tidak menyala kembali terus dilakukan, dengan lebih dari 100 personel, 10 pesawat, dan banyak kendaraan darat dikerahkan," demikian dilaporkan penyiar Spanyol RTVE.

Sementara itu, tiga kebakaran hutan masih aktif di wilayah Ponteceso, A Coruna, dengan luas gabungan lebih dari 400 hektare.

"Ada aktivitas pembakaran yang sangat intens, dengan sekitar 50 laporan per hari dan kondisi cuaca yang tidak mendukung," ungkap Menteri Urusan Pedesaan Regional Maria Jose Gomez, menyerukan masyarakat untuk bertindak secara bertanggung jawab.

Risiko Kebakaran Sangat Tinggi di Portugal

Portugal juga menghadapi kondisi kritis.

Pemerintah Portugal menyatakan status risiko kebakaran sangat tinggi hingga Kamis (7/8) di tengah gelombang panas kedua pada musim panas ini. Demikian dilaporkan kantor berita negara Portugal, Lusa.

Menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS), lebih dari 25.700 hektare lahan telah terbakar di Portugal sejak awal tahun.

Pedro Araujo, pejabat operasi nasional di badan perlindungan sipil Portugal, ANEPC, mengatakan bahwa kebakaran yang sedang berlangsung di Vila Real, Celorico de Basto, Fafe, dan Arcos de Valdevez bisa dikendalikan pada Senin, dengan lebih dari 600 petugas pemadam kebakaran dan 216 kendaraan dikerahkan.

Menteri Dalam Negeri Portugal Maria Lucia Amaral mengumumkan langkah-langkah pencegahan ketat sepanjang pekan, termasuk larangan mengakses hutan, pengoperasian mesin (yang dapat memicu percikan api) di daerah pedesaan, serta penggunaan perangkat piroteknik.