Afrika Selatan Kecam Rencana AS Terima Pengungsi Kulit Putih

AS belum mengonfirmasi kapan proses pemukiman kembali ini akan dimulai.

Diterbitkan 10 Mei 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pretoria - Afrika Selatan mengkritik Amerika Serikat (AS) setelah muncul laporan yang menyebutkan bahwa Washington mungkin akan menerima orang kulit putih Afrika Selatan atau Afrikaner sebagai pengungsi paling cepat pekan depan.

Sebuah dokumen yang dilihat oleh CBS News menggambarkan rencana pemukiman kembali ini sebagai "prioritas" bagi pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun, waktu pelaksanaannya belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Gedung Putih.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (9/5/2025), Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyebut rencana tersebut sebagai tindakan yang "bermotif politik" dan bertujuan untuk merusak "demokrasi konstitusional" Afrika Selatan. Demikian seperti dikutip dari BBC.

Pada Februari, Trump dalam perintah eksekutifnya menyebut Afrikaner sebagai korban "diskriminasi rasial", membuka peluang bagi mereka untuk menetap di AS.

Pihak berwenang Afrika Selatan mengatakan mereka tidak akan menghalangi keberangkatan individu yang terpilih untuk program pemukiman kembali tersebut. Namun, mereka telah meminta jaminan dari pihak AS bahwa orang-orang yang dipilih telah menjalani proses pemeriksaan menyeluruh dan tidak memiliki dakwaan pidana yang belum diselesaikan.

Pernyataan itu menyebutkan pula bahwa tuduhan diskriminasi terhadap minoritas kulit putih tidak berdasar dan data kejahatan tidak menunjukkan bahwa ada kelompok ras tertentu yang menjadi sasaran dalam aksi kekerasan di lahan pertanian.

Beberapa kelompok yang membela hak-hak petani kulit putih menyatakan bahwa para petani tersebut sengaja dibunuh karena ras mereka.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang melakukan wawancara terhadap individu yang berminat untuk menetap di AS dan saat ini memprioritaskan "Afrikaner di Afrika Selatan yang menjadi korban diskriminasi rasial yang tidak adil."

 

Elon Musk Ikut Kritik Afrika Selatan

Pemerintahan Trump juga menuduh pemerintah Afrika Selatan menyita tanah dari petani kulit putih tanpa memberikan kompensasi—sesuatu yang telah dibantah berulang kali oleh Pretoria.

Elon Musk, penasihat utama dalam pemerintahan Trump yang tumbuh di Afrika Selatan pada masa apartheid, turut mengkritik Pretoria. Dia mengklaim bahwa pemerintah Afrika Selatan sedang melakukan "genosida" terhadap petani kulit putih.

Media AS melaporkan bahwa 54 orang Afrikaner akan datang sebagai bagian dari kelompok pertama.

Keputusan AS untuk menerima warga Afrika Selatan sebagai pengungsi ini muncul di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang telah menghentikan hampir seluruh klaim suaka dari para migran.

Pada Februari, Afrika Selatan mengkritik perintah eksekutif Trump yang membuka pintu bagi pemukiman kembali warga kulit putih Afrikaner. Dalam pernyataannya, pemerintah Afrika Selatan menyebut hal ini sebagai sesuatu yang "ironis"—karena AS menerima kelompok "yang masih termasuk di antara yang paling diuntungkan secara ekonomi," sementara menolak orang-orang rentan dari bagian dunia lain yang mengajukan suaka.