Liputan6.com, Islamabad - Mantan Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto secara terbuka mengakui masa lalu negaranya yang terkait dengan kelompok teroris.
Pengakuan ini muncul tak lama setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, juga mengungkapkan keterlibatan Islamabad dalam mendukung dan mendanai organisasi teror.
Dalam wawancara dengan Yalda Hakim dari Sky News, Bhutto menegaskan bahwa Pakistan memiliki sejarah panjang dengan ekstremisme.
Advertisement
Ia mengakui bahwa hubungan tersebut telah membawa banyak penderitaan bagi Pakistan, namun menegaskan bahwa negara itu kini telah melakukan berbagai reformasi, dikutip dari laman economictimes, Senin (5/5/2025).
"Seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan, saya kira ini bukan rahasia lagi — Pakistan memang memiliki masa lalu. Akibatnya, kami banyak menderita. Negara kami telah melewati berbagai gelombang ekstremisme," ujar Bhutto.
Namun, ia menambahkan, "Sejauh menyangkut masa lalu itu, kini kami sudah bergerak maju. Ini adalah bagian kelam dari sejarah kami, tetapi bukan lagi jalan yang kami pilih hari ini."
Dalam pidato di sebuah rapat umum di Mirpur Khas pada hari yang sama, Bhutto kembali menggunakan retorika nasionalis. Ia menyatakan bahwa Pakistan adalah negara cinta damai, namun siap berperang jika diprovokasi, khususnya oleh India.
"Pakistan adalah negara damai, dan Islam adalah agama damai. Kami tidak mencari peperangan. Tetapi jika ada yang berani menyerang Sindhu kami, mereka harus bersiap menghadapi perlawanan. Kami tidak menabuh genderang perang, namun jika dipaksa, suara gemuruh persatuan rakyat Pakistan akan menggema keras," kata Bhutto di hadapan para pendukungnya.
Â
Pengakuan Mengejutkan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4782569/original/007874200_1711248767-IMG_7742.jpg)
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara yang videonya sempat viral, Yalda Hakim menantang Khawaja Asif dengan pertanyaan tajam:
"Tuan, Anda mengakui bahwa Pakistan memiliki sejarah panjang dalam mendukung, melatih, dan mendanai organisasi-organisasi teroris?"
Menanggapi hal itu, Asif berkata, "Kami melakukan pekerjaan kotor itu untuk Amerika Serikat selama hampir tiga dekade — dan juga untuk Barat, termasuk Inggris. Itu adalah kesalahan besar. Kami menderita akibat keputusan itu, dan itulah sebabnya Anda melihat keadaan kami sekarang. Jika kami tidak ikut terlibat dalam perang melawan Uni Soviet dan kemudian dalam konflik pasca-9/11, rekam jejak Pakistan pasti akan berbeda."
Pengakuan mengejutkan dari dua pejabat tinggi Pakistan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan, terutama setelah serangan mematikan di Pahalgam, Jammu dan Kashmir, pada 22 April lalu, yang menewaskan 26 orang. Serangan tersebut didalangi oleh Lashkar-e-Taiba, kelompok terlarang yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Pakistan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2741116/original/007749000_1551438553-190301_PAKISTAN-INDIA_DI_AMBANG_PERANG.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)