Chile Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa M 7,4

Chile disebut rentan gempa. Simak penjelasannya berikut ini.

Diperbarui 03 Mei 2025, 01:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Santiago - Gempa magnitudo 7,4 mengguncang lepas pantai selatan Chile dan Argentina pada Jumat (2/5/2025). Demikian menurut laporan Badan Geologi Amerika Serikat (USGS).

Menyusul kejadian itu, Layanan Cuaca Nasional AS mengeluarkan peringatan tsunami dan otoritas Chile memerintahkan evakuasi kawasan pesisir di wilayah terpencil Magallanes.

Namun, beberapa saat kemudian, direktur badan penanggulangan bencana wilayah Magallanes seperti dikutip dari Deutsche Welle (DW) mencabut perintah tersebut dan menyatakan, "Semua orang dapat kembali dan melanjutkan aktivitas mereka."

Sebelumnya, badan bencana nasional Chile, SENAPRED, menyampaikan bahwa mereka memperkirakan gelombang tsunami setinggi satu hingga tiga meter akan mencapai garis pantai. Dinas Hidrografi dan Oseanografi Chile (SHOA) memperkirakan gelombang itu akan tiba dalam beberapa jam.

Hingga kini, belum ada laporan langsung mengenai korban luka atau kerusakan akibat gempa.

USGS melaporkan bahwa pusat gempa berada sekitar 219 kilometer dari lepas pantai, tepatnya di Drake Passage — jalur laut yang memisahkan ujung paling selatan Amerika Selatan dan Antartika.

Gempa terjadi pada pukul 09.58 waktu setempat dan diikuti oleh sejumlah gempa susulan. Kedalamannya dilaporkan sekitar 10 kilometer.

Pertemuan Tiga Lempeng

Chile memang termasuk salah satu negara yang paling rentan terhadap gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar: Lempeng Nazca, Lempeng Amerika Selatan, dan Lempeng Antartika.

Merespons gempa, Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Respons Bencana Chile segera mengeluarkan "peringatan tsunami" dan menyatakan, "Evakuasi ke zona aman sedang diperintahkan untuk sektor pesisir wilayah Magallanes."

Presiden Chile Gabriel Boric turut menyampaikan seruan melalui media sosial, "Kami menyerukan evakuasi garis pantai di seluruh wilayah Magallanes. Saat ini, kewajiban kita adalah bersiap dan mengikuti arahan otoritas."

Rekaman video yang beredar menunjukkan masyarakat meninggalkan area yang terdampak dengan tenang, diiringi suara sirene, sebelum akhirnya perintah evakuasi resmi dicabut.

Sementara itu, Kota Ushuaia di Argentina — yang dikenal sebagai kota paling selatan di dunia — tidak melaporkan adanya kerusakan maupun perintah evakuasi. Namun, otoritas setempat tetap menginstruksikan evakuasi untuk Desa Puerto Almanza, yang terletak di sepanjang garis pantai tidak jauh dari Ushuaia.