Liputan6.com, Washington, DC - Tes terbaru SpaceX dengan roket Starship pada Kamis (6/3/2025) malam kembali mengalami ledakan. Ini merupakan ledakan kedua dalam uji penerbangan tanpa awak sejak Januari lalu.
Hanya sembilan menit setelah peluncuran Starship pada Kamis malam, SpaceX kehilangan komunikasi dengan kendaraan tersebut, yang kemudian mengalami "pembongkaran cepat tak terduga." Kendaraan itu meledak, menghamburkan puing-puing ke langit, sementara roket Super Heavy berhasil kembali ke lokasi peluncurannya. Ini menjadi keberhasilan ketiga SpaceX dalam mengembalikan booster roket Starship.
"Hari ini adalah kemunduran kecil," kata CEO SpaceX Elon Musk dalam unggahannya di platform media sosial X pada Kamis. "Kemajuan diukur berdasarkan waktu. Roket berikutnya akan siap dalam empat hingga enam minggu."
Advertisement
Dalam pernyataan kepada USA TODAY yang dikutip Sabtu (8/3), Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyatakan bahwa SpaceX diharuskan melakukan investigasi kecelakaan atas ledakan. Dalam investigasi tersebut, SpaceX akan berusaha menentukan penyebab utama ledakan dan tindakan apa yang harus diambil untuk menghindari kejadian serupa.
Apa yang terjadi pada Starship dalam uji kedelapannya?
Dalam uji coba Kamis ini, SpaceX meluncurkan Starship pada pukul 18.30 waktu setempat atau Jumat 06.30 WIB dari SpaceX Starbase di Texas selatan. Kendaraan setinggi 400 kaki ini terdiri dari pesawat ruang angkasa Starship setinggi 165 kaki dan roket Super Heavy setinggi 232 kaki, yang meluncurkan kendaraan tersebut. Kendaraan ini sedang dikembangkan dan diuji untuk misi berawak.
Uji penerbangan sebenarnya dijadwalkan pekan lalu, namun SpaceX harus menunggu persetujuan dari FAA.
Booster roket Super Heavy kembali ke landasan pendaratannya di Starbase, namun pesawat ruang angkasa itu meledak alih-alih melayang di atas Teluk Meksiko sebelum mendarat di Samudra Hindia, seperti yang direncanakan.
Berdasarkan data awal yang dikumpulkan, SpaceX menyimpulkan bahwa terjadi "peristiwa energetik" (seperti ledakan atau kebakaran) di bagian belakang Starship, yang menyebabkan hilangnya beberapa mesin Raptor dan putusnya komunikasi.
Bukan Ledakan Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3320146/original/011397900_1607575253-20201209-Uji_Coba_Terbang_Roket_SpaceX_Berakhir_Ledakan-AP_4.jpg)
Uji penerbangan pada Kamis ini bukanlah pertama kalinya Starship berakhir dengan ledakan.
Pada 16 Januari, ledakan serupa hampir terjadi. Delapan setengah menit setelah peluncuran, tim pengontrol misi kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa, yang mengakibatkan "pembongkaran cepat yang tidak dijadwalkan" seperti yang terjadi kali ini.
SpaceX, yang melakukan investigasi bersama FAA, menyimpulkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh serangkaian kebocoran propelan dan kebakaran di bagian belakang kendaraan. Hal ini membuat "semua mesin Starship, kecuali satu, menjalankan urutan shut down yang terkontrol." Akibatnya, komunikasi terputus dan kendaraan secara otomatis memicu penghancuran sendiri.
Sebelumnya, tiga peluncuran pertama SpaceX dengan mega-roket ini juga berakhir dengan ledakan. Namun, perusahaan akhirnya berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa tersebut pada 6 Juni 2024 di Samudra Hindia.
Advertisement
Apa Tujuan Musk dengan Starship?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3320139/original/017328500_1607574931-20201209-Uji_Coba_Terbang_Roket_SpaceX_Berakhir_Ledakan-AP_1.jpg)
SpaceX telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun dan menguji Starship dengan tujuan menjadikannya sistem peluncuran yang dapat digunakan kembali sepenuhnya. Harapannya, Starship akan mampu membawa manusia dan kargo ke Bulan, bahkan mungkin ke Mars.
Berdasarkan rencana eksplorasi Bulan NASA, astronot misi Artemis III yang berada di dalam kapsul Orion akan berpindah ke Starship saat berada di orbit untuk melanjutkan perjalanan ke permukaan Bulan. Musk juga menyatakan ambisinya untuk mengirim Starship pertama ke Mars pada akhir 2026, saat Bumi dan Mars berada dalam posisi sejajar.
Lalu, apa langkah selanjutnya untuk Starship?
Musk menegaskan bahwa lebih banyak uji coba akan dilakukan. Dalam dua tahun terakhir, SpaceX telah meningkatkan intensitas peluncuran Starship, dengan dua uji penerbangan pada 2023 dan empat pada 2024. Musk bahkan mengusulkan 25 peluncuran Starship tahun ini, meskipun proposal ini masih memerlukan persetujuan dari regulator federal. Hal ini terjadi saat pengaruh Musk dalam kebijakan AS pada era kepemimpinan Donald Trump meningkat.
Meskipun Musk mengumumkan di X bahwa peluncuran berikutnya akan dilakukan dalam empat hingga enam minggu, SpaceX belum secara resmi menentukan tanggal peluncuran Starship kesembilan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3343683/original/038026300_1610089292-2__6_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258064/original/085561100_1781311459-AP26163743889781.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258024/original/051490000_1781284234-SpaceX_melantai_di_bursa_Nasdaq.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258063/original/008123000_1781311407-AP26163504680035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)