Sukses

Nikaragua Terlibat dalam Ketegangan Diplomatik dengan Belanda, AS, dan Uni Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan meningkat setelah Belanda memberi tahu Nikaragua bahwa mereka tidak akan mendanai rumah sakit yang dijanjikan sejak lama.

Akibatnya, Nikaragua memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Belanda pada hari Jumat, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh pemerintah, dikutip dari MSN News, Sabtu (1/10/2022).

Perkembangan ini terjadi beberapa jam setelah negara Amerika Tengah itu menolak duta besar Amerika Serikat yang baru untuk masuk.

Kementerian Luar Negeri Nikaragua mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negara itu menghadapi "campur tangan berulang kali" dan posisi "intervensionis dan neokolonis" Belanda dan memutuskan untuk "segera menghentikan hubungan diplomatik."

Dikatakan negara Eropa itu "menyinggung dan terus menyinggung keluarga Nikaragua."

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Ketegangan Meningkat

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah duta besar Belanda untuk Amerika Tengah, Christine Pirenne, memberi tahu pemerintah bahwa negara Eropa itu tidak akan mendanai rumah sakit yang dijanjikan sejak lama.

Presiden Daniel Ortega mengecam berita ini dan berkata, "Duta Besar datang untuk berbicara kepada orang Nikaragua seolah-olah Nikaragua adalah koloni Belanda.

"Mereka yang datang untuk tidak menghormati rakyat kita, tanah air kita, mereka seharusnya tidak muncul lagi di Nikaragua. Dan kami tidak ingin hubungan dengan pemerintah intervensionis itu," tambahnya.

 

3 dari 3 halaman

Utusan AS Dicekal, Dubes Uni Eropa Diusir

Sebelumnya pada hari Jumat, Wakil Presiden Nikaragua Rosario Murillo, istri Ortega, mengatakan bahwa utusan AS Hugo Rodriguez tidak akan diizinkan memasuki negara itu.

"Biarlah itu menjadi jelas bagi kaum imperialis," katanya.

Pemerintah mengatakan pihaknya menarik persetujuannya terhadap duta besar baru setelah dia membuat komentar "tidak sopan" dalam sidang di hadapan Senat.

Hugo menyebut Nikaragua sebagai "negara paria," melabeli pemerintah Ortega sebagai "kediktatoran." Dia juga mengatakan dia akan mendukung "semua alat ekonomi dan diplomatik untuk membawa perubahan arah di Nikaragua" termasuk mengecualikan negara itu dari Perjanjian Perdagangan Bebas Republik Dominika-Amerika Tengah.

Pada Hari Rabu, negara Amerika Tengah itu menyatakan duta besar Uni Eropa, Bettina Muscheidt, "persona non grata" tanpa merinci alasannya.

Pada hari yang sama, Ortega juga mencap Gereja Katolik sebagai "kediktatoran yang sempurna." Ortega telah menuduh gereja mendukung protes 2018 yang dimulai terhadap rencana pemotongan kesejahteraan oleh pemerintahnya tetapi berubah menjadi protes yang lebih luas terhadapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.